Kaya Inovasi, Duet Ismeth – Apri Layak Disokong ke Pilgub Kepri 2020

Tanjungpinang
Ismeth Abdullah dan Apri Sujadi

Ismeth Abdullah sudah menyatakan niatnya untuk maju di Pilkada Kepri 2020. Ismeth bahkan sudah gencar berbicara soal masa depan Kepri, yang saat ini kian terpuruk apalagi dengan terungkapnya kasus korupsi yang menjerat Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun.

Sosok Ismeth Abdullah tidak asing lagi di provinsi Kepri. Dia pernah menjabat Kepala Otorita Batam, dan menjadi Gubernur Kepri pertama setelah Kepri resmi menjadi provinsi.

Kemunculan Ismeth Abdullah di panggung politik jelang Pilgub Kepri 2020, turut menjadi perhatian para politisi di Kepri, setelah namanya sempat redup dalam beberapa tahun terkahir ini.

Semangat Ismeth di usia senja, yang kini berumur 73 tahun, untuk maju mencalonkan di Pilgub Kepri, justru menjadi nilai plus bagi banyak politisi. Mereka menilai usia bukanlah sebagai penghalang bagi setiap orang untuk bisa berkarya membangun bangsa dan negara khususnya provinsi Kepri.

Karena kunci utamanya adalah semangat membangun itu yang masih membara dalam diri seseorang. Itulah yang membuat banyak pihak tertarik terhadap sosok seorang Ismeth Abdullah, hingga dukungan terus mengalir terkait pencalonan dirinya di Pilgub Kepri.

Roy Penangsang (kiri) saat ditetapkan sebagai Ketua Perpani Bintan,2019-2024

Penilaian ini diungkapkan oleh Roy Penangsang, mantan politisi yang pernah menjabat Wakil Ketua Golkar Kabupaten Bintan. Roy, sapaan akrabnya, melihat sosok Ismeth Abdullah sebagai pioner pembangunan Kepri.

Bukan tanpa alasan, menurut Roy, kepemimpinan Ismeth Abdullah sebagai Gubernur Kepri telah membawa banyak perubahan di provinsi Kepri. “Di masa kepemimpinan beliau lah, provinsi Kepri mulai menata diri, dari menyusun struktur organisasi pemerintahan, merekrut pejabat dan pegawai hingga merancang pembangunan pusat Pemerintahan Provinsi Kepri di pulau Dompak,” ujar Roy yang ditemui suluhkepri.com, beberapa waktu lalu.

Itu sebabnya, Roy menyakini hadirnya Ismeth Abdullah di panggung Pilkada Kepri 2020, akan mendapat respon positif dari masyarakat Kepri. “Karena buah tangan dari hasil kerja Pak Ismeth sudah dinikmati warga Batam ketika menjadi Kepala Otorita Batam, dan masyarakat Kepri selama menjabat Gubernur Kepri,” kata Roy.

Sebagai warga kabupaten Bintan, mantan Sekretaris Gapensi Kepri ini menyebut karakter kepimpinan Ismeth Abdullah juga dimiliki Bupati Bintan Apri Sujadi. Roy melihat antara Ismeth dan Apri memiliki kesamaan sebagai pemimpin daerah.

“Ismeth dan Apri sama-sama pemimpin yang cerdas, keduanya kaya inovasi gagasan dalam membangun daerah,” demikian penilaian Roy.

Jika duet Ismeth – Apri bisa terwujud, menurut Roy, menjadi pasangan yang cukup menantang untuk menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat Kepri.

Kesamaan yang dimaksud Roy, antara Ismeth dan Apri, terkait program-program pembangunan diberbagai sektor. Antara lain, di sektor ekonomi, dimana keduanya sama-sama pro investasi yang sekalius membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Ismeth Abdullah semasa menjabat gubernur kepri

Roy menjelaskan ketika ekonomi bangsa ambruk di masa reformasi tahun 1998 dihantam gelombang aksi demonstarsi besar-besaran di tanah air, Ismeth telah menunjukan kehandalannya untuk memperkuat perekonomi Batam.

“Pak Ismeth mampu menjaga stabilitas ekonomi Batam sehingga tidak menimbulkan gejolak dikalangan investor untuk hengkang dari kota industri itu,” ujarnya.

Selama kepemimpinannya di Otorita Batam, Ismeth juga mampu menarik investor asing maupun dalam negeri untuk berinvestasi di Batam. Dari catatan Roy, saat menjabat Ketua Otorita Batam, Ismeth sukses mendatangkan lebih 300 perusahaan baru untuk berinvestasi yang sekaligus menyerap ratusan ribu lapangan kerja.

“Bukti lain, gagasan Pak Ismeth dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan perdagangan bebas mampu memicu peningkatan ekonomi masyarakat Batam,” katanya.

Demikian Apri Sujadi yang saat ini menjabat Bupati Bintan. Ia menilai Apri yang juga ketua Demokrat Kepri itu berhasil menstabilkan perekonomian daerahnya disaat kabupaten/kota se-provinsi Kepri mengalami keterpurukan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Bintan cukup stabil yaitu di atas 5% yang berada diatas rata-rata nasional. Ini menunjukkan ekonomi Bintan lebih baik dibanding kabupaten/kota lain di Kepri,” katanya.

Menurutnya stabilnya ekonomi Bintan disebabkan kemampuan Apri untuk menarik investasi ke daerahnya baik dari penanaman modal dalam negeri maupun asing. “Selama kepemimpinan Bupati Apri Sujadi tercatat investasi yang masuk ke Bintan mencapai puluhan triliun rupiah yang dapat menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi saat kunjungan kerja di Kecamatan Tambelan.
Bupati Bintan Apri Sujadi saat kunjungan kerja di Kecamatan Tambelan.

Saat ini semua investasi di Bintan sedang berproses dan dalam tahap pembangunan infrastruktur pendukung. Di era kepemimpinan Apri, Roy menyebut hanya ada dua perusahaan yang hengkang dari kabupaten Bintan.

Angka ini jauh lebih rendah jika dihitung dari tahun 2015 ke bawah, yang jumlahnya mencapai puluhan perusahaan yang hengkang dari Bintan. Menurut Roy, Apri layak mendapat apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang disumbangkan untuk Bintan dan rakyatnya.

Saat ini Apri, sambung Roy, punya PR besar untuk mendongkrak perekonomian Bintan, diantaranya dalam mewujudkan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Galang Batang. “Dan, kini KEK Galang Batang mulai beroperasi yang telah menyerap ribuan tenaga kerja, dan nantinya jika seluruh infrastukturnya selesai dibangun diperkirakan akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Demikian di sektor lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan. Ismeth dan Apri juga kaya inovasi yang diterjemahkan ke dalam program-program unggulannya.

Ismet ketika menjabat Gubernur Kepri mampu mewujudkan pembangunan UMRAH, dan merupakan kampus yang tercepat dibangun se-Indonesia. Karena hanya butuh waktu 2 tahun untuk merealisasikan universitas negeri di provinsi Kepri. Di zaman Ismeth juga lahir Politeknik Batam. Tak hanya itu, Ismeth juga memberikan perhatiannya untuk kemajuan sekolah-sekolah Islam SDIT dan SMPIT.

Sedangkan gebrakan Apri di bidang pendidikan adalah program seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP. Apri merupakan pelopor pemberian seragam gratis khususnya di Kepri, yang kini diadopsi beberapa kabupaten/kota lainnya.

Untuk menjamin anak-anak Bintan bersekolah, Apri juga mengalokasikan anggaran untuk program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), dan menyiapkan bus gratis dan pompong gratis untuk transportasi darat dan laut bagi anak-anak sekolah.

“Pak Ismeth dan Pak Apri telah berupaya membangun peradaban pendidikan yang maju untuk pembangunan manusia yang berkualitas,” ucap Roy.

Di bidang kesehatan, kepemimpinan Ismeth sebagai Gubernur Kepri telah membangun rumah sakit provinsi di Tanjungpinang dan Tanjunguban. Begitu juga di kabupaten Lingga dan Anambas yang sebelumnya hanya berupa RS Lapangan. Namun keseriusan Ismeth membangun pusat kesehatan masyarakat kini sudah berdiri RSUD di kedua daerah tersebut.

Sementara Apri Sujadi lewat program Kesehatan Gratis dengan menggunakan KTP, telah memberikan solusi bagi warganya saat berobat, khususnya golongan tidak mampu. “Rata-rata setiap tahunnya pasien yang berobat dengan menggunakan KTP mencapai 51.000 orang,” sebut Roy.

Ada juga BPJS bersubsidi bagi masyarakat. Apri pun membuktikan keseriusannya untuk membenahi RSUD Bintan dan akhirnya RSUD milik daerah tersebut mendapat ganjaran dari pemerintah pusat sebagai Rumah Sakit Terbaik Ketiga Ditingkat Nasional.

“Ismeth dan Apri mampu memenuhi harapan warga di bidang kesehatan sebagai bentuk tanggungjawab dalam melaksanakan Undang-undang Dasar 1945, dimana pemerintah wajib menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak bagi rakyat,” kata Roy.

Dari berbagai penjelasan diatas, Roy Penangsang sangat mendukung duet Ismeth – Apri maju di Pilkada Kepri 2020. “Kedua tokoh ini memang berbeda usia yang sangat jauh, akan tetapi mereka memiliki gaya kepemimpinan yang sama yaitu “KAYA INOVASI PROGRAM PEMBANGUNAN” untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyatnya.

Roy melihat keduanya bukan pemimpin pencitraan, tapi menurut Roy,” ISMETH dan APRI memiliki CITRA dengan segudang gagasan dan kebijakan-kebijakan yang strategis untuk pembangunan daerah”. (TR)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here