Berpakain Adat Batak di Hari Sumpah Pemuda, Isdianto Ajak Bersatu untuk Maju

39
Tanjungpinang

Tanjungpinang – Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto mengajak seluruh pemuda di provisinsi untuk bersatu dalam mewujudakan pembangunan dan kesejahteraan sebagai cita-cita bersama.

Isdianto menyerukan agar pemuda sebagai generasi penerus bangsa tidak terpecah-belah namun tetap bersatu dalam barisan pembangunan Indonesia.

“Karena hanya dengan bersatulah kita bisa maju,” kata Isdianto saat menjadi Irup dalam upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91 dan Hari Listrik Nasional ke-74 di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (28/10).

Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ini diawali dengan parade pakaian adat oleh rombongan Gubernur dan istri, kepala OPD, FKPD, pelajar, mahasiswa dan sebagainya.

Di hari Sumpah Pemuda tahun 2019 itu, Isdianto tampak mengenakan baju adat batak berupa ulos batak yang berada di pundak kanan sang Plt. Gubernur Kepri itu. Ia juga memakai Talitali atau topi khas Batak yang di pasang di kepala.

Isdianto menambahkan para pemuda Kepri harus selalu memandang perkembangan globalisasi informasi dan teknologi sebagai hal positif yang bisa dijadikan pijakan untuk menjawab tantangan dalam menghadapi persaingan global. Meskioun disisi lain, globalisasi juga ada sisi negatifnya.

“Bersatulah pemuda. Sesuai dengan tema Peringatan Sumpah Pemuda kali ini, yakni ‘bersatu kita bisa’. Pemuda adalah harapan masa depan bangsa, maka jadilah pemuda yang cerdas, bijak, berakhlak, sopan, santun, jujur, berkarakter dan berwawasan luas,” ujarnya.

Di era globalisasi, lanjut Isdianto, para pemuda tidak boleh hanya bertahan dari dampak yang kurang baik dari majunya teknologi. Namun harus bangkit dan memanfaatkan teknologi untuk ajang pembuktian bahwa pemuda Kepri, pemuda Indonesia bisa bersaing dan bahkan unggul dibidang teknologi. Sehingga dengan teknologi perekobomian hidup dan kesejahteraan terwujud.

“Jangan kalah, jangan terlena. Di zaman teknologi ini kita harus ikut berperan. Banyak peluang positif didalamnya. Makanya kita jangan hanya terbuai dengan bertahan saja. Ayo bangkit, ayo bersatu, karena hanya dengan bersatu kita bisa membangun negeri ini,” katanya.

*Listrik Untuk Kesejahteraan

Sementara itu, berkaitan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-71 Isdianto mengatakan bahwa selain untuk penerangan, listrik juga sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Terutama dalam mendongkrak bidang ekonomi industri yang menggunakan daya listrik.

“Kita berharap ketersediaan tenaga listrik dengan daya yang cukup, kualitas baik dan harga wajar utk masyarakat,” kata Gubernur.

Hingga 2019 ini kata Isdianto sudah 39 desa di Kepri yang teraliri listrik 100 pereen dengan durasi nyala 24 jam. Atai dengan total 3.932 rumah tangga. Adapun khusus untuk Natuna, Bintan dan Batam sudah 100 persen desanya teraliri listrik.

“Insya Allah sebagaimana dikataian oleh pihak PLN bahwa hingga pertengahan 2020 nanti dipastikan 100 persen seluruh desa di Kepri akan teraliri listrik.

Semoga dengan demikian ekonomi masyarakat akan berkembang dan kesejahteraan bisa dicapai,” katanya.(Hms/tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here