Rahma: Guru Harus Punya Karya Buku

16
Tanjungpinang
Wawako Rahma didampingi Kadis Pendidikan Atmadinata di acara G2M2

Tanjungpinang – Guru harus mampu mengukir prestasi di era kemajuan teknologi. Selain mengajar di sekolah, guru juga harus mampu mengahsilkan karya-karya buku yang bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan khsusnya di kota Tanjungpinang.

Harapan tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota (Wawako) Tanjungpinang Rahma di acara Workshop Gerakan Guru Membaca dan Menulis (G2M2) yang digelar di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Sabtu (2/11). Kegiatan G2M2 dihadiri seluruh guru SD dan SMP se-kota Tanjungpinang.

Rahma menegaskan guru sebagai pendidik diharapkan tidak hanya bisa mengajar di sekolah, tapi harus lebih dari itu. “Guru juga harus memiliki karya berupa buku,” kata Wawako Rahma dihadapan para guru.

Atas penyelenggaraan kegiatan G2M2, Rahma mengaku kagum karena para guru di Tanjungpinang punya rencana yang baik untuk mengasa kemampuan melalui geran guru membaca dan menulis. Namun menurutnya kegiatan tersebut dapat mencapai target sebagaimana harapan bersama.

“Ini merupakan suatu ide, gagasan dan gerakan yang luar biasa. Bayangkan jika para guru di Kota Tanjungpinang dapat mengikuti program menulis buku dengan baik, maka akan ada sekian ribu buku yang dilahirkan dari seluruh guru SD dan SMP di Kota Tanjungpinang,” sebut Rahma.

Gerakan guru membaca dan menulis ini, kata Rahma, merupakan sebuah inovasi yang bagus dan sangat tepat untuk mengasah ketrampilan para guru, khususnya dalam menulis sehingga nantinya bisa menghasilkan karya buku yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

“Guru SD dan SMP di Tanjungpinang harus benar-benar serius mengikuti kegiatan G2M2 ini, agar nanti bisa menghasilkan buku mandiri ber-ISBN. Tentunya ini akan menunjukkan para guru di Tanjungpinang semakin berkualitas, punya ketrampilan menulis dengan karya-karya bukunya,” ujar Rahma.

Rahma juga mendorong para guru se-Kota Tanjungpinang untuk terus mencari ilmu dan meningkatkan keterampilan, meskipun tidak berhubungan sekalipun tidak berhubungan dengan profesi seorang guru. Kelak, kata Rahma, ilmu dan keterampilan yang diproduksi akan berguna di masa depan.

“Jadi guru itu tidak hanya mendidik, tetapi juga harus memiliki inovasi melalui karya-karya buku secara mandiri, dan hal tersebut sangat posistif sehigga patut didukung untuk meningkatkan prestasi guru serta kemajuan dunia pendidikan yang nanti akan dikenang sepanjang masa, meskipun kita telah tiada,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop Gerakan Guru Membaca dan Menulis, DR. Mulia Wiwin, M.Pd menjelaskan kegiatan G2M2 merupakan program literasi pertama yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang yang bertujuan untuk membantu para guru dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis.

“Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam dunia literasi, khususnya membaca dan menulis, melalui kegiatan ini juga dapat memberikan laluan kepada para guru untuk menerbitkan buku secara mandiri yang ber-ISBN sehingga dapat terdaftar langsung di Perpustakaan Nasional,” jelasnya.

Worshop G2M2 ini berlangsung selama 3 hari, yang dimulai tanggal 1-3 November 2019. Dengan menghadirkan narasumber Tedy Fiktorius, M.Pd dan Riska Sri Hartati.

Peserta Worshop G2M2 berjumlah 150 guru untuk mengikuti pelatihan menulis sehingga masing-masing bisa menghasilkan sebuah buku. (hms/tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here