PWI Kepri Minta KPU Profesional dan Adil di Pilkada 2020

Tanjungpinang
Candra Ibrahim

Batama – Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim meminta agar KPU Kepri lebih teliti, profesional dan bersikap adil dalam setiap penyelengaraan pesta demokrasi khususnya di Pilkada Kepri 2020 ini. Candra menegaskan insan pers akan ikut memantau jalannya proses pilkada.

Sebagai penjaga pilar keempat demokrasi, kata Candra, kontrol yang dilakukan pers tak lain agar pelaksanaan hak demokrasi rakyat dalam memilih pemimpinya dapat berlangsung jujur dan adil. Untuk itu, menurutnya KPUD disetiap tingkatan harus trasparan serta bersikap profesional dan adil juga.

“Penting bagi kita semua, terutama penyelenggara Pilkada seperti KPUD dan Bawaslu untuk memastikan bahwa mereka bekerja secara baik, transparans, adil, dan jujur, demi menghindari kecurigaan rakyat, agar tercipta pilkada yang jujur dan adil,” kata Candra Ibrahim kepada media, dalam sebuah kegiatan baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu Candra didampingi Sekretaris dan Bendahra PWI Kepri, Novianto dan Andi Gino, dan hadir juga jajaran Mappilu (Masyakarat dan Pers Pemantau Pemilu) PWI Kepri. Saat itu mereka tengah menyikapi berbagai perkembangan dan eskalasi yang terjadi selama proses pilkada serentak di beberapa kabupaten/kota dan Provinsi Kepri.

Candar melanjutkan, sebagai contoh dari kekeliruan penyelenggara Pemilu yang kemudian memantik protes publik, yaitu pada proses Pilkada Kota Batam. Ketika itu KPUD Batam hanya keliru dalam membuat tahun pada kop surat keputusan, namun sedkitnya telah nenimbulkan pertanyaan.

Meskipun bisa diralat kembali, Candra ingin kekeliruan (sekecil apapun itu) tetap menjadi pelajaran bagi KPUD agar kedepan lebih berhati-hati dan teliti lagi. Himbauannya itu tidak hanya di Batam saja tapi juga di tempat lain. Ini diharapkan agar tidak menimbulkan kesan negatif dan KPU masih mendapat kepercayaan penuh dari rakyat dalam.pemyelenggaraan Pemilu.

Sebagaimana diberitakan, pada berita acara KPUD Batam nomor 23/PP.02.2-BA/KPU/II/2019, tentang persyaratan calon independen Pilkada Batam atas nama Ir Zukriansyah dan pasangannya Eka Anita Diana. KPUD keliru menuliskan tahun, yakni seharusnya tahun.2020 ditulis 2019. Meski surat sudah diralat namun menimbulkan perosalan yang berujung gugatan di Bawaslu.

“Oleh sebab itu, penting kiranya hal ini menjadi perhatian kita semua. Apalagi bagi KPUD dan Bawaslu, sebab kepada merekalah tugas konstitusi ini diberikan oleh negara,” ucap Sekretaris Dewan Penasehat SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Provinsi Kepri itu.

Selanjutnya Komisaris Utama batampos online itu berharap KPUD dan Bawaslu bekerja secara lebih teliti dalam memeriksa seluruh berkas pencalonan dan syarat para balon.

“KPUD kan memang diberi tugas oleh negara. Kalau balonnya memenuhi syarat, katakan memenuhi syarat. Berlaku untuk jalur partai maupun independen. Sebaliknya, jika balon tak memenuhi syarat, tegaskan saja tidak. PWI Kepri dan Mappilu PWI Kepri akan mendukung,” tegasnya.

Untuk diketahui, selain Batam, daerah lain di Kepri akan menyelenggarakan Pilkada serentak, pada 23 September 2020 nanti. Diantaranya, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga, termasuk Pilkada Kepri dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubermur Kepri, 5 tahun berikutnya.

Yang menarik di musim Pilkada 2020 ini, tampak muncul sejumlah bakal calon dari jalur independen, seperti di Batam dan Anambas. (Rls/Tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here