Lindungi Siswa dari Corona, Syahrul Akan Liburkan Sekolah dari 17 s/d 24 Maret 2020

Tanjungpinang
walikota syahrul bersama siswa sd dalam sebuah kegitan

Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang Syahrul akan meliburkan seluruh sekolah di kota Tanjungpinang, dari 17 sampai 24 Maret 2020. Tindakan ini dilakukan untuk melindungi anak-anak sekolah dari penularan virus Corona (corona virus disease/covid-19), yang beberapa hari ini terjadi peningkatan jumlah korban diberbagai daerah di tanah air.

Kebijakan meliburkan sekolah ini dituangkan dalam surat edaran Walikota Tanjungpinang Nomor:422.3/362/4.2.03/2020, tertanggal 16 Maret 2020, yang ditandatangani Syahrul. Surat tersebut dikirim ke rekan media oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan SetdakoTanjungpinang Tri Putranto, pada Senin (16/03/2020).

Lewat pesan WA, Tri Putranto menjelaskan surat edaran walikota tentang Antisipasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona Disease (Covid-19) di Kota Tanjungpinang, yang ditujukan kepada para kepala sekolah PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SKB dan PKBM di kota Tanjungpinang.

Memamg dilihat di pragraf pertama disampaikan dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona yang telah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemic (penyebaran yang telah meluas di dunia).

Ia menambahkan ada 6 poin himbauan dari Pemko Tanjungpinang untuk para kepala sekolah dari tingakt PAUD, SD hingga SMP dan sederjat itu. Pertama, kata Tri Putranto, meliburkan kegiatan di satuan pendidikan PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SKB dan PKBM Negeri dan Swasta di kota Tanjungpinang.

Salinan surat edaran walikota tanjungpinang

Namun siswa diminta tetap belajar di rumah dengan menggunakan buku-buku pegangan dan mengerjakan tugas-tugas sekolah, serta dapat belajar secara online dengan mengakses portal rumah belajar pada laman: belajar.kemdikbud.ho.id, mulai tanggal 17 – 24 Maret 2020.

Kedua, ketentuan poin satu akan dievaluasi kembali pada Sabtu 21 Maret 2020, untuk mengambil tindakan apa perlu tidaknya libur anak sekolah diperpanjang.

Ketiga, Menunda berbagai kegiatan yang bersifat massal di area sekolah dan di luar sekolah.

Keempat, diminta menjaga dan memelihara lingkungan sekolah agar tetap higenis serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (phbs).

Kelima, Kepala satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dapat menjalankan tugas dan menyelesaikan adminstrasi pembelajaran serta tugas lainnya di rumah.

Dan keenam, sebut Tri Putranto,
orang tua/wali murid diminta untuk dapat menjaga anaknya supaya tidak pergi ke tempat umum dan berinteraksi dengan orang ramai serta tidak membawa anaknya pulang kampung. (Tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here