PWI Kepri Imbau Media Dukung Masyarakat Hadapi Corona Lewat Berita Sejuk

Tanjungpinang
Dari kiri: Ketum PWI Atal S Devari, Ketua Cabang PWI Kepri Candra Ibrahim, dan Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan Zakmi

Kepri – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kepualaun Riau (Kepri) menerbitkan siaran pers nomor: 01/I/PWI-Kepri/15/03/2020 tentang pemberitaan wabah virus corona. PWI mengimbau media agar tetap mengedepankan pemberitaan yang bernuansa sejuk, menenangkan, bersifat imbauan dan solutif.

Siaran pers PWI Kepri diterbitkan pada Ahad (15 Maret 2020) malam, tertanda Candra Ibrahim dan Novianto sebagai ketua dan sekretaris. Dengan pemberitaan sejuk, PWI yakin akan sangat membantu masyarakat untuk lebih tenang dan kuat dalam menghadapi virus corona.

Pernyataan disampaikan menyusul keputusan pemerintah yang menetapkan status penyebaran virus corona di tanah air sebagai bencana nasional, yang diumumkan pada Sabtu (14/03/2020). Serta semakin massifnya pemberitaan virus corona yang dimuat diberbagai berita media, nasional dan lokal, media mainstream/konvensional maupun media online.

Siaran pers PWI Kepri yang juga dikirim ke sejumlah media itu, sekaligus untuk menguatkan imbauan Dewan Pers Republik Indonesia, yang disampaikan sebelumnya. Dewan Pers meminta peran media untuk menghindari berita-berita hoax terkait corona dengan tetap mematuhi kode etik jurnalistik.

PWI Kepri juga meminta media untuk ikut berpartisipasi dan tetap menjaga moral dan semangat masyarakat dalam menghadapi musibah global ini di hari-hari ke depan. Oleh karenanya, media tidak terlalu mengekspose data korban secara vulgar demi menjaga semangat korban dan keluarganya dalam menghadapi cobaan serta untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat luas.

Namun media lebih diharapkan untuk memberitakan sisi edukasi apa dan bagaimana virus ini serta upaya-upaya menghindari dari kemungkinan penularan serta bagaimana mengatasi dampaknya.

Selain itu, PWI Kepri turut mengingatkan segenap awak media agar berhati-hati dalam menjalankan tugas-tugas kewartawanannya dengan memperhatikan kesehatan, kebersihan diri, keluarga, keamanan lokasi liputan, pihak yang diwawancarai, serta venue-venue yang dikunjungi dalam rangka liputan.

Selanjutnya, kepada perusahaan media yang mempekerjakan wartawan/jurnalisnya, diharapkan lebih aktif memantau tim liputan mereka dan memastikan para kru bertugas di zona “aman”.

Dibagian lain, imbauan juga disampaikan kepada masyarakat Kepri. Masyarakat diminta tetap tenang dan rasional, jangan mudah percayai info yang beredar di media sosial, grup chatting, yang belum tentu valid dan teruji kebenarannya. Utamakan mencari sumber referensi dari sumber resmi pemerintah dan melalui media yang terverifikasi, serta jelas sumbernya.

Kemudian, masyarakat diingatkan agar tetap berhati-hati, mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu, ataupun pertemuan yang melibatkan orang ramai, dan disarankan memilih aktivitas indoor, sambil tetap menjaga kesehatan dan ibadah.

Hindari “panic buying” yang hanya akan membuat situasi menjadi tidak kondusif. Belanja secukupnya saja, tidak menimbun barang, penuhi kebutuhan harian sesuai kebutuhan. Insya Allah pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap pengamanan kebutuhan sembako masyarakat.

Sebagai masukan kepada pemerintah daerah, PWI Kepri berharap agar segera melakukan langkah konkret dan penting untuk mengantisipasi semua kemungkinan. Tingkatkan koordinasi bersama forkominda, stake holders, dan seluruh pihak, temasuk dengan semua asosiasi pengusaha dalam rangka menjamin tersedianya stok sembako secara aman dan harga yang pantas.

Tak luput, PWI Kepri berharap peran serta para tokoh agama, pemuka masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan ormas, OKP, paguyuban, untuk memberikan rasa aman, nyaman dan tenang kepada ummat dan masyarakat serta meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Tidak ada masalah yang tak dapat diselesaikan selama rakyat, ulama, pemerintah, semua stake holders bersatu. (Rls/tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here