Pemko Tanjungpinang Izinkan Sholat Idhul Adha di Lapangan, Rahma: Ikuti Protokol Kesehatan

Tanjungpinang
Plt. Wali Kota Rahma didampingi sekda teguh, saat memimpin rapat terkait hari raya idul adha

Tanjungpinang – Pemko Tanjungpinang memperbolehkan sholat Idul Adha dilaksanakan di masjid maupun lapangan. Namun pihak panitia penyelenggara diminta untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona atau Covid-19.

Kebijakan tersebut sesuai surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M.

Demikian disampaikan oleh Plt. Walikota Tanjungpinang, Rahma saat memimpin rapat persiapan Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 H/2020 M, di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Rabu (22/7). Turut hadir Sekda Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari.

Rahma mengatakan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban diizinkan di lapangan, asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban diperbolehkan di masjid maupun di lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” demikian arahan Rahma dalam rapat tersebut.

“Namun, untuk takbir keliling tidak diizinkan karena menghindari keramaian”.

Dalam pelaksanaan sholat Idul Adha nanti, juga penyembelihan hewan kurban, Rahma meminta agar pihak panitia penyelenggara menyiapkan petugas untuk mengawasi protokol kesehatan, juga melakukan pembersihan dan disinfektan di area pelaksanaan kegiatan.

Kemudian menerapkan pembatasan jumlah orang di pintu keluar-masuk area. Hal ini untuk memudahkan pelaksanaan protokol kesehatan. Selain itu, menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun dan hand sanitizer. Termasuk pengecek suhu tubuh, pembatasan jarak minimal 1 meter dengan pemberian tanda khusus.

Serta mempersingkat pelaksanaan sholat dan khutbah dari biasanya, namun tanpa mengurangi syarat dan rukunnya.

Rahma juga mengimbau masyarakat yang mengikuti sholat Idul Adha di masjid dan lapangan, agar membawa sajadah sendiri, menjaga jarak dan tetap menggunakan masker, serta mengutamakan mengambil wudhu dari rumah.

Sementara terhadap anak-anak dibawah 7 tahun dan usia lanjut yang merupakan kelompok usia yang rentan terkena Covid-19, Rahma mentarankan untuk tidak mengikuti sholat Idul Adha di masjid atau lapangan, termasuk saat pemotongan hewan kurban.

Pada saat pemotongan hewan kurban, Rahma mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan menghindari keramaian. “Nanti penyembelihan hewan kurban hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban (saja),” ujarnya.

Begitu juga terkait pengambilan daging kurban harus tetap menghindari kerumunan. Untuk pembagiannya, Rahma meminta agar dijadwalkan sedemikian rupa, atau teknis pembagiannya dapat melibatkan RT dan RW setempat. (rls)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here