Bupati Apri Salurkan Seragam Sekolah Gratis Siswa SD/SMP dan Anak TK se-Kabupaten Bintan

Tanjungpinang

Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau kembali membagikan seragam gratis untuk anak-anak yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak Negeri, serta siswa/siswi SD dan SMP negeri dan swasta, pada Kamis (14/8).

Bupati Bintan Apri Sujadi, di Bintan, Kamis, mengatakan, pembagian seragam sekolah gratis sudah empat tahun berturut-turut diberikan kepada anak TK negeri, serta pelajar SDN dan SMP negeri dan swasta.

Seragam gratis diberikan untuk meringankan beban keluarga, terutama saat tahun ajaran baru sehingga tidak ada alasan lagi anak-anak dan remaja di usia sekolah yang tidak sekolah karena alasan orang tua tidak mampu.

“Bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan sumber daya manusia di Bintan,” katany

Apri mengatakan bantuan itu sebagai komitmen pemerintah daerah yang dituangkan dalam visi kepala daerah. Pendidikan sebagai bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat sehingga harus mendapat dukungan penuh pemerintah.

“Mustahil SDM di Bintan akan meningkat jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana. Karena itu, kami fokus membangun daerah dengan mendorong mutu pendidikan, sekaligus memberi dukungan kepada anak didik,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bintan Tamsir mengatakan Bintan merupakan daerah di Kepri yang pertama kali memberi bantuan seragam sekolah gratis. Kebijakan populis ini pula diikuti oleh Pemkot Tanjungpinang dan Batam.

“Gagasan Pak Apri mendapatkan respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat,” katanya.

Ia mengemukakan bantuan yang diberikan kepada anak TK, serta siswa SD dan SMP tidak hanya seragam sekolah, melainkan juga perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis dan sepatu.

Seragam sekolah dan perlengkapan sekolah pada tahun ini akan diserahkan mulai Oktober. Sekitar 8000 siswa akan mendapatkan seragam sekolah dan perlengkapan sekolah.

“Seragam sekolah yang diberikan tidak hanya satu jenis, melainkan sampai lima jenis yakni seragam merah putih, Batik Padi Mas khas Bintan, seragam pramuka dan perlengkapan pramuka, seragam olah raga dan baju kurung,” katanya.

Tamsir mengemukakan siswa dan orang tuanya merasa senang mendapatkan bantuan tersebut. Bantuan ini meningkatkan motivasi siswa untuk bersekolah, dan mengejar prestasi.

Bantuan itu pula mampu meredusir pemikiran orang tua, terutama yang tinggal di pesisir bahwa sekolah tidak penting. Pemikiran orang tua agar anak-anaknya yang masi di usia sekolah untuk menjadi nelayan pun berlahan-lahan berubah sehingga Bintan dapat menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun.

“Sekarang hampir 100 persen seluruh penduduk dengan usia sekolah, bersekolah. Sekarang kami fokus membangun infrastruktur, sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan fasilitas sekolah,” ucapnya. (***)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here