Sugianto Minta Tangani Covid-19 Jangan Fokus pada Bagi-bagi Sembako

Tanjungpinang
Sugianto

Kepri – Berkaca meningkatnya jumlah warga di Provinsi Kepri maupun Kota Batam yang terkonfirmasi Covid-19 membuat Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sugianto geram.

Mengingat, peningkatan tersebut menandakan kinerja dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri maupun Batam seakan-akan tidak bekerja dengan maksimal.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Gugus Tugas, khususnya Ketua Gugus Tugas di Kepri dan Batam untuk bekerja lebih maksimal dan bekerja dengan serius untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Untuk Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kepri dan Batam jangalah banyak agenda-agenda yang tidak terlalu penting dan seremonial saja. Coba dicarikan langkah-langkah pasti dan jitu untuk bisa menurunkan jumlah warga Kepri yang terkonfirmasi Covid- 19,” tegas Sugianto, dalam keterangannya, 30 Agustus 2020.

Politisi PDI Perjuangan ini pun melihat, Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Kepri dan Batam terlihat tidak memiliki kemauan untuk bertindak dan melakukan penanganan Covid-19 secara serius.

Sehingga menimbulkan rasa tidak percaya lagi dari masyarakat terhadap Satgas Covid-19 ini. Walhasil banyak dari keluarga pasien yang dengan nekat dan memaksa untuk membawa keluarga yang terkonfirmasi positif tanpa mengindahkan protokol kesehatan yang berlaku.

Sugianto dalam sebuah kegiatan

“Saya lihat Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Kepri ini tidak bekerja dengan maksimal. Dan menimbulkan kesan rasa ketidakpercayaan dari masyarakat. Buktinya, banyak kasus dari keluarga pasien yang dinyatakan positif covid-19 diketahui nekat mengambil sendiri jenazah dari rumah sakit. Bahkan baru-baru ini terjadi pemukulan terhadap tim medis di rumah sakit,” terangnya.

Pihaknya juga memandang, masih kurang tranparannya data dalam penanganan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga terkesan adanya dugaan ditutupi dan hal ini sangat membahayakan masyarakat.

“Masyarakat perlu tahu dengan jelas dan terbuka. Janganlah sampai memunculkan dugaan ditutupi. Ini sangat membahayakan,” tegasnya

Selain itu, tegasnya, selaku Kepala Daerah sudah seharusnya memmberikan contoh yang baik kepada masyarakat, untuk tidak melakukan perkumpulan-perkumpulam massa maupun kegiatan yang mengumpulkan massa.

Dan seharusnya, mereka bisa berikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat untuk tidak membuat kegiatanpkegiatan yang bersifat mengumpulkan masa, yang bisa menimbulkan image dan kesan kampanye terselubung oleh petahana. Mengingat, hal ini sebagai salah satu cara dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Disisi lain, saya juga melihat penanganan covid-19 saat ini baik di Provinsi Kepri maupun di Batam hanya terkesan bagi-bagi sembako saja. Padahal banyak hal lain yang harus dilakukan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 ini. Jangan hanya fokus pada sembako saja,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Kepri dan Batam untuk bekerja maksimal dan melakukan terobosan-terobosan jitu. Sehingga penanganan covid-19 bisa lebih maksimal di Kepri dan rasa kepercayaan dari masyarakat bisa kembali lagi.

Sebagaimana diketahui, Kasus Positif Corona di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terus bertambah. Bahkan, Kamis (27/8/2020) malam tadi, jumlah kasus corona bertambah menjadi 545 kasus setelah terjadi penambahan 46 kasus baru.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covod-19 Batam yang juga Kepala Dinas Kesehatan Batam dr Didi Kusmarjadi mengatakan, penambahan kasus baru ini berdasarkan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Pulau Galang berdasarkan hasil Temuan Kasus Baru Dan Hasil Tracing.

Kini Positif Sebanyak 46 kasus baru ini terdiri atas 21 orang laki-laki dan 25 orang perempuan. Dari kasus baru ini, sedikitnya 11 orang merupakan tenaga kesehatan, dua sopir ambulans dan satu orang anggota Polri.

Kemudian lima orang ASN Pemkot Batam, tiga orang pelajar, satu orang penjual jamu gendong, 13 orang karyawan swasta, dua orang mahasiswa, empat IRT (ibu rumah tangga), satu orang wiraswasta dan dua orang anak-anak atau belum bersekolah.

“Bahkan dari 46 kasus baru ini, sembilan terkonfirmasi bergejala, tujuh tanpa bergejala dan 30 orang kontak erat,” kata Didi melalui keterangan tertulis, Jumat (28/8/2020).

Didi mengatakan, akibat membeludaknya kasus corona, terutama yang menimpa tenaga kesehatan, Pemkot Batam terpaksa menutup empat puskesmas di wilayahnya, yakni Puskesmas Nongsa, Tiban Mentarau, Tiban 4 dan Puskesmas Sei Langkai.

“Penutupan ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, yang kini sedang merebak di kalangan tenaga kesehatan khususnya yang bertugas di puskesmas dan penutupan ini sifatnya sementara selama 14 hari,” jelas Didi.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, virus corona yang merebak di kalangan tenaga kesehatan ini diduga berasal dari pasangan tenaga kesehatan. (***)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here