Rahma Resmi Jabat Wali Kota Tanjungpinang, Ini Perjalanan Karir Politiknya

Tanjungpinang
Rahma saat dilantik sebagai walikota tanjungpinang oleh gubernur kepri di gedung daerah tanjungpinang, senin (21/09/2020)

Tanjungpinang – Rahma mengukir sejarah baru di kota Tanjungpinang. Sejak Senin (21/09/2020) kemarin, Rahma secara resmi menjabat Wali Kota Tanjungpinang, yang dilantik oleh Gubernur Kepri, Isdianto, di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Sebelum dilantik sebagai Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menjabat Wakil Wali Kota Tanjungpinang, kemudian ditunjuk sebagai Plt. Wali Kota Tanjungpinang. Pelantikan Rahma sebagai Wali Kota Tanjungpinang yang definitif, untuk menggantikan posisi Alm. Syahrul, mantan Wali Kota Tanjungpinang, yang wafat dalam tugas, pada bulan April 2020 lalu.

Tentu saja, tak ada yang mengira karir politik Rahma secemerlang saat ini hingga menduduki pucuk pimpinan di kota Tanjungpinang. Padahal perjalanan karir politik Rahma terbilang biasa-biasa saja, bahkan penuh kontroversi, yang tercatat beberapa kali keluar masuk partai politik. Lalu, bagaimana cerita perjalanan politik Rahma hingga menjadi orang nomor satu di kota Gurindam itu?

Meski namanya tidak setenar politisi lain di panggung politik, akan tetapi, Rahma merupakan tokoh perempuan yang aktif dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan, dengan terlibat di sejumlah organisasi perempuan dan profesi, bahkan menjadi salah seorang perempuan Indonesia yang ikut dalam pergerakan perempuan melawan korupsi.

Bentuk baliho Rahma berisi kampanye anti korupsi

Hanya saja, rekam jejaknya diberbagai aksi kegiatan sosial tersebut kurang terpublis selama ini. Atau memang Rahma sendiri yang justru menghindar dari hingar bingar panggung pencitraan, meskipun banyak prestasi yang digoreskan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dari catatan profil singkat Rahma saat mengikuti proses Pilkada Tanjungang 2018, yang salinanya diterima suluhkepri.com, perempuan kelahiran Sungai Danai pada 11 Mei 1975 itu, pernah menjadi Pembina Mualaf Centre Provinsi Kepulauan Riau, di tahun 2016, dan pada tahun yang sama, Rahma dipercaya menjabat Ketua Alumni Ilmu Pemerintahan Stisipol Raja Haji.

Rahma juga tercatat sebagai Ketua Pengajian Nur Rahmah Kota Tanjungpinang, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Tanjungpinang (2017), Pembina PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Kota Tanjungpinang. Dalam kegiatan keagamaan, nama Rahma juga masuk di jajaran Pengurus MUI Kota Tanjungpinang, dan Pengurus Fatayat NU Kota Tanjungpinang.

Syahrul dan rahma saat dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, periode 2018-2023, pada 21 September 2018.

Dan, aktivitas paling menantang dari Rahma, yang justru kurang tersiar di khalayak ramai, adalah keterlibatan Rahma dalam pergerakan perempuan anti korupsi. Rahma merupakan salah satu perempuan Indonesia yang bergabung dalam gerakan: “Saya Perempuan Anti Korupsi” (SPAK). Organisasi perempuan ini adalah binaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk gerakan kampanye anti korupsi di Indonesia.

Saat masih menjadi calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang di Pilkada 2018, suluhkepri.com pernah melihat sebuah baliho berukuran besar berupa kampanye anti korupsi, yang terpajang di Bundaran Pamedan, Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepri itu. Baliho tersebut memuat gambar Rahma dengan sebuah pesan yang lantang: “Saya Perempuan Anti Korupsi”.

Terkait iklan kampanye anti korupsi itu, Rahma membenarkan dirinya sebagai anggota dalam pergerakan perempuan Indonesia anti korupsi. Menurutnya, membentang baliho anti korupsi saat itu, bukanlah bermaksud untuk gagahan semata, tapi bermaksud mengingatkan dan sekaligus mengajak masyarakat Tanjungpinang khususnya kaum perempuan untuk berani melawan korupsi dengan perbuatan kejujuaran, yang dimulai dari dalam diri sendiri dan keluarga sendiri.

Menurut Rahma, melawan korupsi tidak ada kata menunggu nanti, besok atau lusa. “Tapi dari sekarang harus berani mengikrarkan diri untuk anti korupsi, agar kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara bisa lebih baik lagi,” ungkapnya, ketika itu.

Rahma bersama perempuan Indonesia dari berbagai daerah, dalam sebuah aksi kampanye anti korupsi

“Alangkah indahnya sebuah kehidupan yang mendapat berkah berlimpah dari Allah SWT, karena sebuah pilihan hidup di jalan yang lurus dan benar,” kata Rahma.

***

Rahma memulai karir politik sejak tahun 2008 lalu. Namun perjalanan politiknya tidak secerah nasibnya saat ini, yang menjabat Wali Kota Tanjungpinang, karena panggung politiknya diwarnai kontroversi. Apalagi ia kerab berpindah-pindah partai. Awalnya bergabung dengan partai Hanura, lalu pindah ke PDIP, yang sekaligus mengantarkan dirinya menjadi anggota DPRD Tanjungpinang, di Pemilu 2014.

Kontroversi yang paling menohok, adalah ketika di Pilkada Tanjungpinang 2018, dimana Rahma justru memilih maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang, lewat partai Golkar.

Langkah politiknya yang maju mendampingi calon Wali Kota Syahrul, terbilang berani untuk seorang perempuan, karena harus menerima berbagai konsekuensi yang cukup berat. Selain dipecat dari keanggotaan partai PDIP, dia juga harus rela melepas jabatan sebagai anggota DPRD Tanjungpinang.

Tak hanya itu, Rahma juga dianggap melawan perintah partai, karena rivalnya, Lis Darmansyah dan Maya Suryanti, adalah pasangan calon yang diusung partai PDIP. Diketahui Lis Darmansyah saat itu menjabat Wali Kota Tanjungpinang, yang maju sebagai calon petahana. Dan, di kepengurusan partai politik, Lis juga termasuk pimpinan Rahma, yang menjabat sekretaris DPD PDIP Kepri. Pencalonannya pun nyaris gagal karena pengunduran dirinya dari DPRD sempat berpolemik.

Meski melalui banyak rintangan, namun nasib baik berpihak kepada Rahma. KPU Tanjungpinang akhirnya menetapkan Syahrul – Rahma sebagai pasangan calon di pemilihan kepala daerah. Perjalanan Rahma menuju panggung Pilkada Tanjungpinang yang sangat fenomenal itu, justru membuat namanya semakin tenar dan dikenal luas di tengah masyarakat Tanjungpinang.

Syahrul – Rahma yang memakai tagline SABAR itu, kemudian memenangkan Pilkada Tanjunngpinang 2018. Keduanya secara resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, periode 2018-2023, pada 21 September 2018, oleh Gubernur Nurdin Basirun, ketika itu.

Namun takdir berkata lain, Wali Kota Syahrul yang baru menjabat 19 bulan, dipanggil Sang Khalik, yang wafat pada 28 April 2020. Besoknya, Gubernur Kepri menununjuk Rahma sebagai Plt. Wali Kota Tanjungpinang, untuk memimpin roda pemerintahan di kota Tanjungpinang.

Setelah berproses, SK pengangkatan Rahma sebagai Wali Kota Tanjungpinang yang definitif terbit dari Kemendagri. Dan, pada Senin 21 September 2020, Rahma resmi dilantik sebagai Wali Kota Tanjungpinang, oleh Gubernur Isdianto, berdasarkan surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 131.21-2843 tahun 2020 tentang Pengesahan Pengangkatan Wali Kota dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Selamat datang pemimpin baru Tanjungpinang: Rahma, dan selamat bekerja, semoga amanah dalam mengemban tugas dan penuh tanggung jawab serta kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program-program pembangunan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Tanjungpinang. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here