Perkenalkan Program Gerbang Kampung, Apri- Roby Ingin Bangun Bintan dari Kampung

Tanjungpinang
Apri – roby saat deklarasi paslon pilkada bintan 2020

Bintan – Apri Sujadi memang layak diganjar sebagai pemimpin inovatif di kabupaten Bintan. Programnya selalu menarik perhatian publik, dan sangat bermanfaat bagi kahalayak.

Selama mejabat Bupati Bintan, di periode 2016-2021, misalnya, Apri Sujadi sangat kaya program pembangunan, terutama dalam pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas.

Ada 2 program unggulan Apri Sujadi di Bintan, yang mendapat jempol di jagat raya Indonesia, yaitu Program Perlengkapan Sekolah Gratis dan Pengobatan Gratis yang hanya pakai KTP, pasien dilayani berobat secara gratis.

Kini, Ketua DPD Demokrat Kepri itu, tengah bersiap menuju periode kedua sebagai Bupati Bintan. Apri Sujadi kembali maju sebagai calon kepala daerah di Pilkada Bintan 2020, yang berpasangan dengan Roby Kurniawan, calon Wakil Bupati Bintan.

Tak heran, mata dan perhatian publik Bintan, yang sehari-hari rutin memeriksa kabar perkembangan pandemi virus corona atau Covid-19, seketika berpaling dan tertuju ke Apri Sujadi dan Roby Kurniawan, yang sedang memperkenalkan program-program unggulannya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bintan.

Menuju periode kedua sebagai kepala daerah, Apri Sujadi bersama Roby Kurniawan membuat kejuatan bagi masyarakat Bintan, melalui inovasi program yang mungkin masih terbilang baru di publik, yaitu: Gerakan Bangun Kampung yang disebut Program Gerbang Kampung.

Apri sujadi saat meninjau pembangunan di desa numbing beberapa waktu lalu

Sebagai inisiator dari program Gerbang Kampung, Apri Sujadi dan Roby Kurniawan ingin menunjukkan konsep baru untuk percepatan pembangunan di Bintan, yang sekaligus menjadi harapan masyarakat dalam pemulihan ekonomi yang mengalami resesi akibat pandemi virus corona.

“Kami ingin memperkuat perekonomian daerah, maka kami ingin membangunan Kabupaten Bintan dari bawah dulu, yaitu dari Kampung yang dimulai dari tingkat RT/RW. Harapannya agar setiap kampung yang ada di Bintan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” terang Apri Sujadi bicara soal program Gerbang Kampung, saat ditemui di Wacopek, Kijang, Senin (5/10).

Melalui program ini akan ada pemberian stimulus sebesar Rp 100 juta per kampung per tahunnya. Kampung yang dimaksud di sini, adalah satu wilayah rukun tetangga (RW) yang didalamnya terdapat beberapa rukun tetangga (RT).

“Artinya, lewat program ini seluruh RW di wilayah Bintan, masing-masing akan menerima Rp 100 juta per tahunya untuk penguatan ekonomi warga,” kata Apri.

Selanjunya, ia menjelaskan, karena Gerbang Kampung ini berbasis pemberdayaan masyarakat, maka masyarakat di kampung bisa memanfaatkan dana bantuan pemerintah daerah yang bersumber dari APBD Bintan itu, untuk menunjang berbagai kegiatan usaha masyarakat di kampung.

Setidaknya, sebut Apri, ada 4 menu utama atau sebagai sasaran dari program Gerbang Kampung, yang sekaligus menjadi penggerak perekonomian warga di setiap kampung, yang menurutnya, manfaatnya juga sangat berdampak pada perekonomian warga di daerah pesisir (hiterland).

“Yang pasti semuanya bermuara kepada kesejahteraan masyarakat Bintan, terutama warga di pesisir,’ ucapnya.

Sebagai menu pertama, sebut Apri, terwujudnya Pembangunan Kampung Padat Karya (Swakelola). Harapannya, warga bisa langsung memutuskan penggunaan dana stimulus tersebut untuk membangun kampung sesuai kebutuhan, dan warga yang menjadi pekerja berhak menerima upah.

Berbeda dengan program pembangunan infrastruktur dari pemerintah yang harus melewati proses panjang, seperti melalui mekanisme musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), yang membutuhkan waktu lama.

Kemudian 2), terciptanya Kampung Tahan Pangan,yang didalamnya ada berbagai kegiatan usaha, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

“Nantinya kampung tahan pangan ini akan menjadi kampung yang berorientasi ekspor atas produk-produk yang dihasilkan dari sektor-sektor yang dikelola warga,” katanya.

Selanjutnya, 3) pembangunan kampung wisata, kampung kreatif dan kampung inovatif. “Tujuannya untuk menciptakan destinasi baru wisata berbasis masyarakat,” ujar Apri.

Dan, terakhir 4) terbenruknya lembaga keuangan berupa koperasi syariah. Lembaga semacam koperasi syariah memang menjadi harapan dalam menopang perekonomian warga yang berada di kampung.

Karena, kata Apri, manfaatnya sangat besar, dimana masyarakat dapat meminjam tanpa anggunan dan riba untuk menopang kegiatan usaha, namun tidak dalam jumlah yang besar. Dengan demikian, lanjut Apri, warga akan terbebas dari beban riba tinggi yang selama ini ketergantungan kepada para rentenir maupun lembaga pemberi pinjaman lainnya.

“Tentu melalui kebijakan program Gerbang Kampung ini dengan sendirinya akan memicu pertumbuhan berbagai bidang usaha di perkampungan,” papar Apri. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here