Wali Kota Rahma Perintahkan Satpol PP Segel Tower Tak Berizin

Tanjungpinang
Wali kota rahma saat meninjau lokasi tower tak berizin

Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang Rahma memerintahkan Satpol PP menyegel sebuah tower yang diduga tidak mengantonhi izin. Ia meminta agar segera dipasang PPNS Line untuk diproses lebih lanjut.

Tower tanpa izin itu berada di Jalan Basuki Rahmat tepatnya di samping Grapari Telkomsel. Tower tersebut sudah berdiri tegak di sebuah Rumah Toko (Ruko).

Perintah penyegelan bermula dari adanya informasi dari warga sekitar lokasi pembangunan tower, yakni warga Jalan Kartika dan Kampung Mayang Sari. Mereka mengaku resah atas berdirinya tower disekitar tempat tinggalnya.

Saat itu, Jumat (27/11), Rahma bersama Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang Muhamad Iksan dan petugas Satpol PP, selanjutnya turun ke lokasi untuk mengecek keberadaan tower yang dikeluhkan warga.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan tower didirikan tidak berdasarkan prosedur yang berlaku, bahkan pembangunan tower belum memperoleh izin sebagaimana mestinya.

Tanpa kompromi, Wali Kota Rahma yang dikenal tegas bertindak, langsung memerintahkan anak buahnya yang hadir saat itu untuk segera menyegel tower tersebut.

“Saya minta langsung dan segera beri PPNS Line, warga telah resah dengan pendirian tower ini, maka dari itu saya langsung turun meninjau kesini,” tegas Rahma di lokasi.

Rahma menyatakan sikap kecewa kepada pengusaha yang mendirikan tower karena tidak punya niat untuk mengurus izin terlebih dahulu sebelum mendirikan tower tersebut.

“Saya sangat kecewa dengan hal ini, Pemko Tanjungpinang tidak pernah melarang, menghambat dan mempersulit para pengusaha mencari rezeki, tapi prosedur yang telah ditetapkan itu harus dipatuhi serta diurus dulu izinnya, jangan sampai membuat warga resah, kita ketahui efek dari tower di wilayah padat penduduk sangat berbahaya dan dapat menggangu kesehatan,” ungkapnya.

Setelah PPNS Line dipasang oleh Satpol PP, Rahma meminta agar hal tersebut segera dimusyawarahkan oleh semua pihak yang terlibat. Dari pengusaha, RT, RW, Camat, dan Lurah setempat. Rahma ingin agar dilakukan pertemuan pada esok harinya, atau hari ini Sabtu (28/11).

“Saya mengajak kepada pengusaha, RT, RW, Camat, Lurah setempat dan perwakilan masyarakat dapat kita dudukkan bersama mencari solusi serta mendengarkan penjelasan dari pihak pengusaha dan tanggapan masyarakat sekitar, sekali lagi saya tegaskan, saya akan tegakkan apa yang menjadi peraturan, saya harap masyarakat jangan khawatir, apa yang menjadi keluhan warga tetap saya dengar dan kita selesaikan sesuai prosedurnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, banyak fakta yang muncul di berbagai daerah yang menyatakan bahwa keberadaan menara telekomunikasi (tower) memiliki resistensi/daya tolak dari masyarakat, yang disebabkan isu kesehatan (radiasi, anemia dll), isu keselamatan, hingga isu pemerataan sosial. Itulah yang membuat Wali Mota Tanjungpinang, Rahma langsung menindaklanjuti laporan warga.

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here