Hari Ini Mulai Diterapkan, Rahma Ajak Warga Tanjungpinang Patuhi PPKM Darurat

Tanjungpinang

Tanjungpinang – Terhitung hari ini Tanjungpinang mulai menerapakan PPKM Darurat, hingga 8 hari ke depan, atau berakhir tanggal 20 Juli nanti. Kebijakan ini ditempuh untuk menekan laju penyebaran virus corona yang belakangan ini terjadi lonjakan kasus, dan semakin mengkhatirkan.

Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP sangat memahami dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat selama penerapan PPKM Darurat. Namun begitu, Rahma sangat berharap dukungan warga dengan mematuhi ketentuan PPKM yang dituangkan dalam SE Wali Kota Tanjungpinang

Dengan pemberlakuaan PPKM Darurat selama 8 hari kedepan, Rahma juga berharap dapat menurunkan jumlah kasus harian corona di Tanjungpinang.

“Mudah-mudahan dengan pemberlakuan PPKM ini dapat membuat Tanjungpinang menurunkan angka terkonfirmasi,” ucap Rahma dialog interaktif di RRI Tanjungpinang, Senin (12/7).

Wali Kota Rahma didampingi oleh Koordinator Lapangan Percepatan Vaksinasi, Drs. Riono, M.Si dan Koordinator Lapangan Penerapan Protokol Kesehatan, Drs. Surjadi, MT.

Menurut Rahma, dukungan warga adalah faktor utama keberhasilan PPKM Darurat dalam menekan penyebaran corona. Ia menegaskan PPKM diberlakukan adalah semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat agar terhindar dari virus. Sehingga virus berlalu, dan Kota Tanjungpinang dapat kembali ke zona hijau.

Ia menerangkan dalam PPKM Darurat memiliki sejumlah aturan yang sangat ketat. Tapi masyarakat tidak perlu panik dan khawatir, yang terpenting patuhi ketentuan-ketentuan dalam PPKM. Terutama dalam menjalankan prokes, harus semakin disiplin.

“Ini tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat serta seluruh elemen bahu-membahu dan bergotong-royong untuk menekan angka penyebaran Covid-19, kita harapkan sampai masa berakhirnya PPKM Darurat ini masyarakat yang terpapar berkurang dan semakin banyak yang sembuh atau selesai isolasi,” ujar Rahma.

Hal senada disampaikan Surjadi, menurutnya, penerapan prokes dan penyekatan dibeberapa titik oleh petugas, bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat di tempat-tempat tertentu seperti pelabuhan, bandara dan perbatasan wilayah Tanjungpinang-Bintan.

“Akan ada penyekatan di beberapa lokasi perbatasan atau jalur keluar masuk di Tanjungpinang, kepada setiap masyarakat yang akan berpergian ketika sampai di titik penyekatan akan ditanyakan alasan dan pemeriksaan oleh petugas,” jelas Surjadi.

Surjadi menjelaskan lokasi penyekatan dan pemeriksaan akan dilakukan di pintu masuk bandara dan pelabuhan. Seperti di bandara Raja Haji Fisalibillah, serta pelabuhan Sri Payung, Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pelantar 1 dan 2.

“Untuk sekat batas wilayah ada 3 yaitu perbatasan km 16 arah uban, perbatasan km 15 sei pulai, perbatasan dompak arah batu licin (wacopek). Untuk melewati lintas batas Tanjungpinang akan ditanyakan tujuan perjalanan, bagi karyawan dapat menunjukkan surat tugas atau kartu identitas kerja, dan bagi masyarakat menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama”, tambahnya.

Terhadap sektor esensial harus memperhatikan sistem pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, dan harus menerapkan prokes yang lebih. Untuk rumah makan, kedai kopi dan restoran, ia meminta agar melayani pelanggan &take away’ atau dibawa pulang ke rumah.

Terkait vaksinasi, Drs. Riono, M.Si terus mengajak dan mengimbau kepada masyarakat untuk mendatangi sentra vaksinasi yang ada disetiap kelurahan setiap hari kerja, saat ini capaian vaksinasi Kota Tanjungpinang terus meningkat.

“Insya Allah, target 70% masyarakat Kota Tanjungpinang di akhir Juli telah terpenuhi, ini adalah ikhtiar kita agar masyarakat kita dapat terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga kita semua dapat menekan laju penyebaran Covid-19, dan saat ini juga telah dilakukan vaksinasi untuk anak usia 12 sampai dengan 17 tahun, itu juga harus segera kita tuntaskan,” ujar Riono. ***

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here