Pj Wako Hasan: Indomaret dan Alfamart Belum Dibutuhkan di Tanjungpinang

Tanjungpinang
Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos (kiri), saat menjadi narasumber pada salah satu media lokal di Tanjungpinang, Rabu (1/11). ist

TANJUNGPINANG – Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang Hasan, memberikan tanggapannya terkait isu yang berkembang, atas kehadiran 2 perusahaan ritel nasional di Tanjungpinang. Dimana Pemerintah Kota Tanjungpinang disebut telah memberikan peluang kepada kedua perusahaan ritel tersebut, yaitu Indomaret dan Alfamart, untuk berinvestasi di Kota Tanjungpinang,

“Kami belum menerima laporan terkait adanya perizinan yang masuk ke Dinas Perizinan atau DPMPTSP Kota Tanjungpinang terkait hal tersebut. Terlebih melihat kondisi dan pertimbangan, saat ini perusahaan ritel nasional dalam hal ini Indomaret dan Alfamart dirasa belum dibutuhkan di Kota Tanjungpinang dengan pertimbangan dampak pertumbuhan retail lokal sendiri,” Hasan memberikan tanggapan, usai menjadi narasumber pada salah satu media, Rabu (1/11).

Namun, menurut Hasan, bukan berarti pihaknya menolak investor yang ingin berivestasi di kota Gurindam itu. Hanya saja, terkait hal itu, perlu ada kajian agar di kemudian hari, tidak menimbulkan kerugian atau permasalahan.

“(Kami) bukan menolak investor yang ingin masuk di Kota Tanjungpinang, tetapi harus dipilah dan melalui kajian yang matang agar tidak terjadi masalah dikemudian hari,” kata Hasan.

Hasan menjelaskan, saat ini terdapat 87 minimarket/supermarket/hypermarket yang terdata dan aktif di Kota Tanjungpinang. “Maka Pemko Tanjungpinang akan berupaya dengan berkolaborasi dengan pemilik ritel yang telah ada tersebut untuk dilakukan pembenahan agar keberadaannya terus berkembang dan mampu bersaing,” ucap Hasan.

Hasan menambahkan, pembenahan dimaksud menyangkut beberapa aspek mulai dari percepatan digitalisasi daerah untuk retail, melakukan inovasi ekonomi kreatif dengan revitalisasi tampilan, memperhatikan jumlah dan upah karyawan, hingga pemberdayaan UMKM pada retail yang telah ada tersebut.

“Misalnya dengan percepatan penerapan dan perluasan sistem digitalisasi terhadap swalayan yang ada untuk menambah daya tarik masyarakat dan memberi kemudahan untuk berbelanja. Termasuk melakukan inovasi ekonomi kreatif dan revitalisasi tampilan supermarket agar lebih menarik dan nyaman. Dengan strategi dalam pengelolaannya, maka diharapkan akan mampu mengimbangi dengan retail nasional,” ucap Hasan.

Selain itu Hasan juga sampaikan untuk memperhatikan dalam penyesuaian upah karyawan yang harus sesuai dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

“Pemerintah juga turut memperhatikan dan mencari solusi yang baik terkait upah yang diterima oleh karyawan. Karena hal ini berkaitan dengan kesejahteraan, yang berkaitan dengan upaya pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan,” sebutnya.

Di akhir Hasan mengharapkan, peningkatan retail sejalan dengan peningkatan UMKM di Kota Tanjungpinang. “Untuk mendukung dan mendorong kemajuan pelaku usaha kecil menengah, perlunya kolaborasi dengan retail yang telah ada dengan pemberdayaan produk UMKM untuk dipasarkan di seluruh minimarket, swalayan, atau supermarket agar peningkatan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang semakin baik,” ujarnya.

Tira

KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini