TANJUNGPINANG – Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Tanjungpinang menetapkan Novaliandri Fathir sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Tanjungpinang periode 2025–2030. Fathir terpilih secara aklamasi untuk meneruskan kepemimpinan partai berlambang pohon beringin di Kota Tanjungpinang.
Musda yang berlangsung di Alltrue Hotel, Minggu (5/7/2026), dibuka Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, Ade Angga. Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, perwakilan DPP Partai Golkar, pengurus Golkar se-Kepulauan Riau, perwakilan partai politik, serta organisasi sayap Partai Golkar.
Fathir mengatakan, kepengurusan yang baru tidak akan berlama-lama melakukan penyesuaian. Fokus utama yang akan dikerjakan adalah menyelesaikan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai fondasi menghadapi agenda politik ke depan.
Menurutnya, penguatan struktur partai merupakan instruksi langsung dari DPP Partai Golkar. Karena itu, seluruh musyawarah di tingkat kecamatan dan kelurahan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
“Kami akan melakukan konsolidasi dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. Dalam waktu dekat seluruh musyawarah kecamatan dan kelurahan harus diselesaikan sesuai arahan DPP,” kata Fathir.
Ia menambahkan, proses penyusunan kepengurusan juga segera dilakukan. Tim formatur diberikan waktu selama 30 hari untuk menyusun komposisi pengurus DPD Partai Golkar Kota Tanjungpinang. Fathir memastikan kepengurusan baru akan memberi ruang kepada kader-kader potensial maupun masyarakat yang ingin bergabung membesarkan Partai Golkar.
Selain berbicara mengenai agenda internal partai, Fathir juga menyoroti kondisi keuangan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Sebagai partai pengusung pemerintahan Lis Darmansyah-Raja Ariza, Golkar memandang perlu dilakukan penyesuaian terhadap RPJMD agar target pembangunan sejalan dengan kemampuan fiskal daerah.
Menurutnya, dokumen RPJMD disusun ketika kondisi keuangan daerah masih berbeda dengan saat ini. Setelah adanya pengurangan transfer dari pemerintah pusat, kemampuan fiskal Kota Tanjungpinang mengalami perubahan yang cukup signifikan.
“Kami sudah mengusulkan kepada Wali Kota agar RPJMD diubah dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang sebenarnya. Kondisi fiskal sudah berubah sehingga target-target pembangunan juga harus realistis,” ujarnya.
Fathir menyebut berkurangnya alokasi anggaran sekitar Rp150 miliar membuat sejumlah program pembangunan harus disesuaikan. Karena itu, Fraksi Golkar di DPRD akan terus memberikan masukan dan pengawasan agar kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menghadapi Pemilu 2029, Golkar Tanjungpinang mulai menyusun langkah politik sejak dini. Fathir menargetkan partainya mampu menambah perolehan kursi di DPRD, merebut posisi Ketua DPRD, sekaligus memenangkan Pilkada Kota Tanjungpinang.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Tanjungpinang periode sebelumnya, Untung Budiawan, optimistis estafet kepemimpinan berada di tangan yang tepat. Menurutnya, pengalaman Fathir sebagai sekretaris partai menjadi modal penting untuk melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan prestasi politik Golkar.
“Kami berharap kepengurusan yang baru tetap solid dan mampu meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2029, baik di legislatif maupun pada Pilkada,” kata Untung.
Ia juga berharap Golkar mampu melahirkan kader terbaik yang siap bersaing pada Pilkada mendatang. Menurut Untung, nama-nama seperti Ade Angga maupun Teddy Jun Askara merupakan kader yang memiliki peluang untuk tampil sebagai calon kepala daerah di Kota Tanjungpinang.
(red)






