Kades Tarempa Selatan Sambut Gembira Sinyal 4G: Warga Lebih Bebas Beraktivitas

Anambas98 Dilihat

ANAMBAS – Kehadiran BTS Tower COMBAT Telkomsel di Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat setempat. Kepala Desa Tarempa Selatan Surianto menegaskan, sinyal 4G yang kini beroperasi telah mengakhiri kondisi blank spot yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga, khususnya di kawasan Rintis.

Surianto menyampaikan, sebelum tower COMBAT berdiri, aktivitas komunikasi masyarakat sangat terbatas. Bahkan untuk sekadar berkomunikasi menggunakan telepon seluler, warga harus mencari titik tertentu yang memiliki sinyal.

“Dulu, sebelum ada tower ini, HP tidak ada sinyal. Mau berkomunikasi susah. Sekarang sudah berbeda, sinyal sudah ada dan sangat membantu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan tersebut tidak hanya dirasakan dalam urusan komunikasi, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi warga. Kawasan yang sebelumnya sepi karena keterbatasan jaringan kini mulai kembali ramai, termasuk di sekitar kedai-kedai kopi yang dulu jarang dikunjungi karena tidak ada sinyal.

Meski demikian, Surianto mengungkapkan bahwa cakupan jaringan di Desa Tarempa Selatan belum sepenuhnya merata. Saat ini, sekitar 95 persen wilayah desa sudah terjangkau sinyal 4G. Masih terdapat sekitar empat kepala keluarga atau sekitar dua persen wilayah yang belum terlayani jaringan karena faktor jarak dan kondisi geografis.

“Ada beberapa titik yang masih belum terjangkau, lokasinya cukup jauh dari tower. Harapan kami, ke depan ini bisa dicarikan solusi agar seluruh warga benar-benar merasakan manfaat jaringan,” katanya.

Selain jaringan telekomunikasi, Surianto juga menyoroti keluhan masyarakat terkait sinyal yang ikut hilang saat listrik padam. Menurutnya, hal tersebut kerap dikeluhkan warga karena komunikasi kembali terputus ketika terjadi pemadaman listrik.

Dari sisi teknis, Teknisi Telkomsel wilayah Anambas Pian menjelaskan bahwa BTS Tower COMBAT di Tarempa Selatan saat ini menggunakan pasokan listrik dari PLN. Untuk jaringan 4G, jangkauan sinyal mencapai sekitar 10 kilometer dari titik tower, sementara jaringan 2G dapat menjangkau hingga 20–30 kilometer, tergantung kondisi geografis dan hambatan alam.

“Kalau untuk 4G, radiusnya sekitar 10 kilometer. Untuk 2G bisa lebih jauh, asal tidak terhalang gunung atau gedung,” jelas Pian.

Terkait kendala sinyal saat listrik padam, Pian mengatakan Telkomsel telah menyiapkan rencana peningkatan layanan. Ke depan, BTS tersebut akan dilengkapi dengan sistem cadangan daya, seperti baterai atau genset mini, agar sinyal tetap dapat beroperasi meski listrik PLN terputus.

“Ke depan ada rencana upgrade. Biasanya dipasang baterai cadangan atau genset mini sebagai back-up. Untuk waktunya memang belum bisa dipastikan, tapi mudah-mudahan bisa dipercepat,” ujarnya.

Kehadiran BTS Tower COMBAT Telkomsel ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan komunikasi di wilayah kepulauan. Bagi masyarakat Desa Tarempa Selatan, sinyal 4G bukan sekadar soal akses internet, tetapi juga menjadi penunjang utama aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik sehari-hari.

Dengan semakin luasnya jangkauan jaringan dan rencana peningkatan layanan ke depan, masyarakat berharap tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dari sisi konektivitas, sehingga Desa Tarempa Selatan dapat terus berkembang dan terhubung dengan dunia luar secara lebih baik.

(Latif/Anambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *