Aneng Sampaikan Capaian Pembangunan Satu Tahun Aneng-Raja Bayu Memimpin Anambas

Anambas444 Dilihat

ANAMBAS – SUASANA MASJID AGUNG BAITUL MAKMUR, di Tarempa, tampak berbeda pada Jumat pagi, 27 Februari 2026. Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati kawasan masjid untuk menghadiri selamatan sekaligus refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian.

Kegiatan yang dibingkai dalam agenda “Silaturahmi Satu Tahun Kepemimpinan Aneng-Raja Bayu (2025-2026) di Kabupaten Kepulauan Anambas, menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menandai perjalanan awal pemerintahan periode 2025-2030.

Sejak pukul 07.30 WIB, para undangan mulai berdatangan. Hadir unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, tokoh masyarakat dan agama, ASN, insan pers, serta kaum dhuafa. Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB, namun antusiasme masyarakat telah terasa jauh sebelum kegiatan berlangsung.

Bupati Aneng (kiri) dan Wakil Bupati Raja Bayu terlihat menyapa masyarakat saat pidato capaian pemerintah daerah di acara Silaturahmi Satu Tahun Kepemimpinan Aneng-Raja Bayu di Kabupaten Kepulauan Anambas. SK

Tak lama kemudian, Bupati Aneng bersama istri, Shinta, serta Wakil Bupati Raja Bayu bersama istri, Kustiorini, tiba di lokasi acara. Kehadiran mereka pun disambut hangat para undangan dalam suasana penuh keakraban.

Aneng dan Raja Bayu terlihat serasi memakai kemeja putih dengan mengenakan peci hitam. Shinta tampil anggun dengan busana putih dipadukan kerudung putih polos, sementara Kustiorini mengenakan busana putih dengan kerudung berwarna krem lembut. Mereka terlihat menghadirkan kesan sederhana dan bersahaja dalam suasana penuh kekhidmatan.

Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang refleksi perjalanan pemerintahan selama satu tahun sejak masyarakat Kepulauan Anambas memberikan mandat kepemimpinan kepada pasangan Aneng-Raja Bayu melalui Pilkada 2024.

***

Bupati Aneng (tengah) dan Wakil Bupati Raja Bayu (kiri) dan pimpinan BRK Syariah saat penyerahan bantuan kemitraan kepada pemerintah daerah untuk 92 masjid dan 52 musholla. SK

Saat dipersilakan naik ke panggung, Bupati Aneng bersama Wakil Bupati Raja Bayu menyampaikan pidato tentang capaian pembangunan sekaligus arah kebijakan pemerintahan ke depan. Dalam paparannya, Aneng mengingat kembali perjalanan politik yang mempertemukannya dengan masyarakat di berbagai pulau, dermaga kecil, hingga wilayah pesisir Anambas.

Menurutnya, dukungan masyarakat saat itu bukan sekadar pilihan politik, melainkan amanah besar untuk menghadirkan perubahan dan masa depan yang lebih baik bagi daerah kepulauan tersebut.

Tahun pertama kepemimpinan mereka, kata Aneng, difokuskan pada konsolidasi pemerintahan sekaligus peletakan fondasi pembangunan daerah. Namun proses tersebut berlangsung di tengah dinamika kebijakan nasional, terutama penerapan efisiensi fiskal dan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Shinta (kiri) dan Kustiorini dalam acara Silaturahmi Satu Tahun Kepemimpinan Aneng-Raja Bayu di Kabupaten Kepulauan Anambas. SK

Kondisi itu menuntut pemerintah daerah melakukan rasionalisasi program serta penajaman prioritas pembangunan agar setiap belanja daerah benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kemudian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja, dengan mengurangi belanja yang kurang produktif dan mengalihkan anggaran pada pelayanan dasar, penguatan pengawasan, serta peningkatan efektivitas penggunaan anggaran.

Meski sejumlah rencana pembangunan mengalami penyesuaian, sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, melainkan membangun secara lebih bijak, terukur, dan bertanggung jawab,” tegas Aneng dalam pidatonya.

***

Penyerahan insentif kepada imam masjid, marbot, guru ngaji dan penjaga rumah ibadah lintas agama. SK

Pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat guna memastikan program strategis Kepulauan Anambas tetap memperoleh dukungan pembangunan nasional.

Dari sisi capaian, pembangunan daerah menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Anambas tahun 2025 mencapai 74,07 atau masuk kategori tinggi dan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi daerah juga menunjukkan perbaikan sepanjang tiga triwulan tahun berjalan.

Persentase penduduk miskin tercatat turun menjadi 6,35 persen atau sekitar 2,86 ribu jiwa. Ketimpangan ekonomi ikut menurun dengan Gini Ratio dari 0,32 menjadi 0,28. Di sektor kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS mencapai 99,93 persen, sementara angka stunting berhasil ditekan hingga 15,8 persen.

Shinta (kirii) saat menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa. SK

Pada bidang pendidikan, sebanyak 493 guru telah tersertifikasi, disertai pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang melibatkan siswa dari empat kecamatan guna memperluas akses pendidikan di wilayah kepulauan.

Sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Anambas dengan produksi mencapai 26.957 ton senilai Rp1,02 triliun. Aktivitas ekspor ikan hidup serta industri pengolahan hasil perikanan juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Penguatan desa turut dilakukan melalui penetapan 10 desa mandiri serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 42 dari total 52 desa. Sementara konektivitas antarwilayah diperkuat melalui pembangunan jalan desa, operasional Pelabuhan Ro-Ro Kuala Maras, pembangunan 66 menara telekomunikasi, hingga migrasi jaringan serat optik.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kepulauan Anambas berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut, sekaligus meningkatkan indeks reformasi birokrasi dan capaian daerah inovatif tingkat nasional.

Di tahun kedua kepemimpinan mereka, Aneng menegaskan pemerintah daerah fokus pada pemerataan pembangunan antar pulau, peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan ekonomi berbasis kelautan dan pariwisata, serta tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

***

Penyerahan bantuan paket sembako menyambut bulan Ramadhan SK

Menutup sambutannya, Aneng menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, TNI-Polri, dunia usaha, tokoh masyarakat dan agama, serta insan pers yang dinilai turut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah.

“Fondasi telah kita bangun bersama. Perjalanan masih panjang, namun dengan kebersamaan, Anambas akan terus melangkah menuju daerah yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Suasana semakin hangat ketika Bupati Aneng menutup pidato dengan pantun reflektif sebagai simbol komitmen pengabdian pemerintah daerah.

Pergi ke pasar membeli batik,
Batiknye cual ikan sekawan,
Satu tahun kami usahakan yang terbaik,
Dedikasi diberikan demi sebuah kemajuan.

Pantun kedua pun disampaikan sebagai refleksi perjalanan pemerintahan selama satu tahun terakhir.

Terbang rendah burung merpati,
Hinggap di dahan sikayu mampat,
Satu tahun telah kita jalani,
Bekerja nyata semoga bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan insentif kepada imam masjid, marbot, penjaga rumah ibadah lintas agama, serta bantuan menyambut Ramadan bagi kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *