Salurkan Paket Sembako dari Presiden, Bupati Anambas Paparkan Prioritas Pembangunan Daerah

Anambas10 Dilihat

ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Sinta Aneng, menghadiri sekaligus menyerahkan bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Desa Tarempa Barat Daya. Kegiatan berlangsung di Gedung Posyandu Teratai, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kamis (8/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Aneng mengatakan bantuan sembako dari Presiden merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Penyalurannya dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menurutnya, pendistribusian bantuan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan pihak terkait agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Aneng juga menegaskan bahwa amanah masyarakat yang diberikan melalui pemilihan kepala daerah akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengaku terbuka terhadap kritik dan teguran sebagai bahan evaluasi demi perbaikan pembangunan daerah.

Terkait pembangunan infrastruktur, Aneng mengakui pemerintah daerah belum dapat melaksanakan pembangunan secara menyeluruh pada 2026–2027. Kondisi fiskal daerah dan kewajiban keuangan pemerintah menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas anggaran.

Ia menjelaskan, ketika mulai menjalankan tugas pada 5 Maret 2025, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih memiliki kewajiban utang lebih dari Rp90 miliar. Menurutnya, kewajiban tersebut telah diselesaikan pada September 2025.

“Untuk tahun 2026–2027 kami belum bisa membangun untuk Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujar Aneng.

Saat ini, kata dia, pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kewajiban pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan jumlah sekitar 5.400 ASN, belanja tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan daerah.

Aneng menilai pembayaran gaji ASN juga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Pendapatan yang diterima para pegawai turut menggerakkan aktivitas perdagangan dan sektor ekonomi lainnya, termasuk usaha warung dan kehidupan nelayan.

“Karena dengan dibayar gaji ASN sebanyak 5.400 bisa menghidupkan perekonomian Anambas. Warung hidup, nelayan hidup,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah tanpa mengabaikan hak-hak ASN maupun keberlangsungan pelayanan pemerintahan.

“Saya siap tidak populer, yang penting anak-anak saya tidak kelaparan,” tegasnya.

Mengenai kondisi jalan menuju lokasi kegiatan, Aneng mengatakan akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pengukuran serta kajian. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kalau tidak masuk 2026, insyaallah 2027 atau 2028. Saya suka bangun jalan yang besar-besar dan panjang, karena itu uang APBN pusat. Demi untuk membangun daerah saya siap dimarah,” ujarnya.

Selain pembangunan jalan, Aneng mengaku terus berupaya mendapatkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan fasilitas publik, termasuk rumah sakit dan sekolah rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Kepulauan Anambas. Menurut Aneng, Presiden tetap memberikan perhatian kepada masyarakat daerah perbatasan tersebut dan memiliki rencana untuk berkunjung.

“Bapak Presiden kirim salam bahwa masyarakat Anambas ada di hati kita. Pak Presiden tidak lupa. Seandainya beliau lupa, tidak mungkin mengirim sembako kepada kita,” kata Aneng.

Ia mengajak masyarakat mendoakan Presiden agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas negara demi mewujudkan Indonesia yang semakin makmur dan sejahtera.

Dari total 2.489 paket bantuan sembako Presiden yang disalurkan di Kabupaten Kepulauan Anambas, sebanyak 70 paket diperuntukkan bagi masyarakat Desa Tarempa Barat Daya. Penerima bantuan meliputi masyarakat kurang mampu, lanjut usia (lansia), anak yatim, dan penyandang disabilitas.

Setiap paket berisi gula pasir 1 kilogram, satu kotak teh celup, kopi 320 gram, susu kental manis 535 gram, sarden 426 gram, margarin Blue Band 400 gram, serta tepung terigu 2 kilogram.

Selain bantuan sembako, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahap X Tahun Anggaran 2026 kepada 16 penerima.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi warga yang membutuhkan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *