ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dan Wakil Bupati Raja Bayu menghadiri acara penyerahan bantuan untuk anak yatim dan dhuafa sekaligus peluncuran program Baznas Microfinance Masjid (BMM) oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (2/8/2025) di Siantan Nur, Kecamatan Siantan.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, termasuk Ketua DPRD, Sekda, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kankemenag, Ketua MUI, para pimpinan OPD, serta perwakilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari berbagai instansi.
Sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa menerima santunan secara simbolis dari BAZNAS sebagai bagian dari program tahunan “Bantuan Lebaran Yatim”. Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua maupun mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid (BMM), sebuah inisiatif pembiayaan mikro berbasis masjid tanpa bunga yang ditujukan bagi pelaku usaha kecil dari kalangan mustahik. Skema ini menggunakan prinsip qardhul hasan (pinjaman tanpa imbalan) dengan masjid sebagai pusat pengelolaan, pemberdayaan, sekaligus penguatan ekonomi umat.
Ketua BAZNAS Provinsi Kepri, Dedi Mulyana, menegaskan bahwa Anambas menjadi salah satu daerah prioritas penerima manfaat BMM. Ia berharap masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pilar penggerak ekonomi umat.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat prasejahtera agar dapat bangkit secara ekonomi dengan dukungan dari masjid,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menyampaikan apresiasi atas komitmen BAZNAS dalam memperkuat jaring pengaman sosial di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat luas untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang kredibel dan amanah.
“Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga instrumen keadilan sosial. Program seperti ini harus terus dilanjutkan dan diperluas agar dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat,” kata Aneng.
Wakil Bupati Raja Bayu turut menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial bersama. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan zakat produktif yang dapat menguatkan ekonomi masyarakat akar rumput.
Acara ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama para penerima bantuan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan seluruh elemen masyarakat.
(Latif/Anambas)






