Festival Pojok UMKM 2025: MedcoEnergi Tampilkan 22 Mitra Binaan-Aset Operasi

Anambas266 Dilihat

ANAMBAS – MedcoEnergi membuka Festival Pojok UMKM 2025 di The Energy Building, Jakarta, 10–12 Desember, dengan menampilkan 22 UMKM binaan dari berbagai wilayah operasinya.

Kenapa ini penting? Karena UMKM jadi tulang punggung ekonomi rakyat. MedcoEnergi ingin memastikan pelaku usaha di sekitar wilayah operasi bisa tumbuh dan mandiri.

Festival dibuka Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro, disaksikan perwakilan SKK Migas, BRI, dan TikTok Shop by Tokopedia. Kehadiran para mitra binaan mencerminkan strategi perusahaan memperkuat ekonomi lokal lewat pelatihan, pendampingan, akses permodalan, dan perluasan jalur pemasaran.

Dalam sambutannya, Hilmi menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat telah menjadi bagian dari DNA MedcoEnergi. “UMKM yang kuat adalah fondasi ekonomi rakyat. Kami ingin warga di sekitar wilayah operasi dapat tumbuh, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Selama tiga hari festival, pengunjung berinteraksi langsung dengan pelaku usaha yang membawa produk unggulan: Gula Aren Siwalan, Telur Asin Booster Farm (Sampang), Ikan Bilis Hijau, Madu Kelulut (Natuna), minuman herbal, beras organik (Malaka), Madu Hutan, Lemon Sereh, Keripik Singkong Anggun, hingga Sambal Salai Gabus (Grissik).

Sebagai rangkaian kegiatan, MedcoEnergi memperkenalkan buku “45 Cerita Baik” yang memuat kisah perjalanan UMKM binaan dari berbagai daerah. Peresmian Pojok UMKM dilakukan bersamaan sebagai ruang pemasaran permanen bagi mitra binaan di lingkungan kantor perusahaan. Diskusi tentang peluang dan tantangan UMKM turut digelar untuk memetakan langkah penguatan ekonomi daerah dan nasional.

VP Relations & Security MedcoEnergi, Arif Rinaldi, menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan. “Melalui festival ini, kami membangun ruang kolaborasi agar UMKM dapat naik kelas,” katanya.

Festival Pojok UMKM menjadi penegasan komitmen MedcoEnergi dalam menciptakan multiplier effect lewat pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan perusahaan.

(Latif/Anambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *