Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Bintan, Aneng: Bukan Besar Aksinya, tapi Konsistensinya

Tanjungpinang25 Dilihat

BINTAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus konsisten menggaungkan semangat gotong royong melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

Program yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tersebut dilaksanakan secara serentak oleh jajaran DPD dan DPC Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Di Kepri, pelaksanaannya dikoordinasikan langsung oleh DPD Demokrat Kepri dan digelar setiap Jumat di sejumlah kabupaten/kota.

Setelah tujuh pekan berturut-turut dilaksanakan di berbagai wilayah di Provinsi Kepri, Gerakan Langit Biru Indonesia Asri kini memasuki pelaksanaan Jumat kedelapan.
Kegiatan Jumat kedelapan digelar pada Jumat (28/8/2026), dengan pusat kegiatan dilaksanakan di kawasan Bukit Indah, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua DPD Demokrat Kepri yang juga Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. Turut hadir mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, yang kini menjadi kader Partai Demokrat sekaligus anggota Dewan Pertimbangan DPD Demokrat Kepri.

Peserta saat bergotong royong membersihkan lingkungan. SK

Sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepri, DPRD Kabupaten Bintan dan DPRD Kota Tanjungpinang juga tampak hadir dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Kegiatan turut mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, camat, lurah, pengurus dan kader Demokrat serta masyarakat setempat.

Seperti pelaksanaan pada pekan-pekan sebelumnya, para kader Demokrat bersama berbagai pihak yang terlibat turun langsung membersihkan lingkungan masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan.

Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari membersihkan sampah dan rumput liar, pengecatan fasilitas Posyandu hingga fogging di lingkungan permukiman masyarakat.

Ketua DPD Demokrat Kepri, Aneng, mengatakan konsistensi pelaksanaan gotong royong selama delapan Jumat menunjukkan bahwa Gerakan Langit Biru Indonesia Asri bukan sekadar kegiatan seremonial.

Aneng saat memberi pengarahan kepada peserta sebelum turun ke lapangan membersihkan lingkungan. SK

“Hari ini kita sudah memasuki Jumat yang ke-8. Artinya, gerakan ini sudah berjalan selama tujuh Jumat sebelumnya dan terus kita lanjutkan. Kita ingin membangun kebiasaan, bukan hanya membuat kegiatan sesaat,” ujar Aneng saat ikut langsung membersihkan lingkungan.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Partai Demokrat terhadap lingkungan sekaligus upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, kehadiran partai politik tidak hanya ditunjukkan melalui aktivitas politik, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kita ingin Demokrat hadir bukan hanya ketika berbicara politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan lingkungan yang bersih, fasilitas yang baik dan kehidupan yang sehat. Karena politik pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Aneng juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, camat dan lurah, anggota DPRD, pengurus serta kader Demokrat dan masyarakat.

Para peserta membersihkan lingkungan ke sejumlah lokasi yang menjadi titik target Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. SK

“Gerakan ini tidak akan kuat kalau hanya dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, partai dan masyarakat harus bergandengan tangan. Semangat gotong royong inilah yang ingin terus kita hidupkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dilaksanakan secara nasional oleh jajaran DPD dan DPC Partai Demokrat setiap Jumat, dengan bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Di Provinsi Kepri, kegiatan tersebut dilaksanakan dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan mengedepankan aksi nyata, antara lain menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, perawatan fasilitas umum dan kegiatan sosial.

Bagi Aneng, keberlanjutan gerakan jauh lebih penting dibandingkan besarnya kegiatan yang dilakukan. “Bukan seberapa besar aksinya, tetapi seberapa konsisten kita melakukannya. Karena konsistensi inilah yang akan membangun kebiasaan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.”

“Kalau hari ini kita membersihkan satu lingkungan, kemudian minggu depan lingkungan lain, lama-lama akan semakin banyak tempat yang kita rawat. Yang paling penting adalah konsistensinya. Mudah-mudahan gerakan ini menjadi budaya dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” kata Aneng.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *