ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), di tengah potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.
Aneng menjelaskan, karakteristik wilayah Anambas yang didominasi perairan laut menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan pertanian darat. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah komoditas strategis masih sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng, dan gula pasir.
Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti beras, cabai, telur, daging ayam, dan daging sapi sudah dapat diproduksi di dalam daerah. Namun, ketersediaannya belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh sehingga masih membutuhkan tambahan pasokan dari luar.
Ia menegaskan, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah tidak bisa terus dipertahankan. Penguatan ketahanan pangan lokal harus menjadi prioritas bersama sebagai solusi jangka panjang.
“Kita tidak bisa terus bergantung dari luar. Yang terpenting adalah bagaimana memperkuat produksi pangan dari dalam Anambas sendiri, meskipun dimulai dari skala kecil,” ujar Aneng, Kamis (18/12/2025).
Sebagai langkah antisipasi, kata Aneng, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketersediaan Bahan Pokok di Aula Rapat Kantor PTSP pada Rabu (17/12/2025).
Rakor tersebut dibuka langsung oleh Bupati Aneng dan dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah terkait, Bulog, serta para pelaku usaha.
“Rapat ini menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Aneng dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Aneng menyampaikan pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, termasuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga untuk menanam kebutuhan pangan dasar seperti cabai dan sayur-sayuran.
Ia berharap Rakor tersebut dapat menjadi pijakan bersama dalam merumuskan kebijakan serta langkah konkret menjaga ketahanan pangan daerah demi kepentingan masyarakat luas.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, Bulog, dan pelaku usaha dinilai sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi, terutama saat cuaca ekstrem.
Dengan berbagai langkah tersebut, Aneng berharap masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan pasokan yang aman dan harga yang terjangkau selama periode Nataru 2025.
(Latif/Anambas)






