ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menggelar Gerakan Pasar Murah di Pelabuhan Nelayan, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Tarempa, Anambas, Senin (23/2/2206).
Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dan dihadiri Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Anambas Ny. Sinta Aneng, Sekretaris Daerah Sahtiar SH., MM, Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD Pemkab Kepulauan Anambas.
Bupati Kepulauan Anambas Aneng mengatakan bahwa Gerakan Pasar Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Ini adalah komitmen kami untuk masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok,” kata Bupati Aneng dalam sambutannya yang dikutip dari Instagram Diskominfotik Anambas, Senin (23/2/2206).
Dalam kesempatan itu, Aneng juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga stabilitas dan memperkuat semangat kebersamaan. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kebersamaan adalah kekuatan kita,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan pesan agar program tersebut dimanfaatkan secara bijak serta tetap menjaga persatuan dan ketahanan sosial.
“Mari kita jadikan momentum satu tahun kepemimpinan ini sebagai penguat optimisme. Kami bekerja untuk seluruh masyarakat tanpa terkecuali. InsyaAllah, setiap kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Tekan Laju Inflasi
Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, S.Pi PLT, mengatakan pasar murah ini merupakan salah satu cara dalam menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan pokok penting.
“Pasar murah ini kami gelar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan di pasaran,” kata Arcan saat dihubungi suluhkepri.com melalui aplikasi perpesanan, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, untuk tahap awal pasar murah masih dilaksanakan di satu titik dan ke depan akan diperluas ke wilayah lain. “Rencananya pasar murah akan dibuat juga di Pulau Jemaja, dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Adapun jenis bahan pokok yang dijual di pasar murah, antara lain beras sebanyak 500 sak atau setara 2,5 ton, minyak goreng merek Minyak Kita sebanyak 600 liter, telur ayam sebanyak 500 papan, bawang putih 100 kilogram, bawang merah 180 kilogram, gula pasir 1.000 kilogram, tepung, serta aneka sayuran lainnya.
Sejak dibuka, kata Arcan, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, datang beramai-ramai untuk berbelanja. “Ini karena perbedaan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar,” jelasnya.
Terkait stok dan stabilitas harga selama bulan Ramadan, Arcan menyebut berdasarkan informasi dari Disperindagkop, ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman.
“Stok bahan pokok aman selama bulan Ramadhan. Harga juga relatif stabil, tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya dikonfirmasikan langsung ke pihak yang berkompeten, dalam hal ini Disperindagkop Kepulauan Anambas,” katanya.
Untuk mendukung swasembada dan ketahanan pangan daerah, Arcan menambahkan, Bupati Kepulauan Anambas telah mengajukan pembangunan gudang penyimpanan kepada Bulog dengan kapasitas 1.000 ton.
“Alhamdulillah sudah disetujui dan sudah TTD MoU (tanda tangan kesepakatan) antara Bapak Bupati dengan pihak Bulog di Batam kemarin,” ujarnya.
Gerakan Pasar Murah ini mencerminkan keseriusan Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu dalam satu tahun kepemimpinan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Di tengah tantangan geografis dan distribusi logistik di wilayah kepulauan, keduanya terus menunjukkan kepedulian nyata agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
Komitmen membangun Anambas, juga diwujudkan melalui berbagai program prioritas, seperti pembagian seragam gratis bagi siswa SD dan SMP, penguatan infrastruktur serta konektivitas internet, bantuan untuk lansia, hingga dukungan bagi imam masjid. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Anambas.
(red)






