Kadiskominfo Tanjungpinang Ajak Mahasiswa Wujudkan Ruang Digital Aman dan Bebas Kekerasan Seksual

Tanjungpinang34 Dilihat

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan beretika. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kehadiran Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, S.T., sebagai narasumber pada Seminar “Kekerasan Seksual di Zaman Digital”.

Kegiatan ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Riau Kepulauan Riau di Kampus STAIN Sultan Abdurrahman, Sabtu (21/6/2026).

Mengusung tema “Bersama Menciptakan Ruang Digital yang Aman dari Kekerasan Seksual”, seminar ini diikuti mahasiswa dan civitas akademika sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap maraknya kasus kekerasan seksual berbasis digital di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Dalam pemaparannya, Teguh Susanto menegaskan bahwa transformasi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan, termasuk meningkatnya risiko penyalahgunaan ruang digital untuk tindakan kekerasan seksual.

“Ruang digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda. Karena itu, literasi digital dan etika bermedia harus diperkuat agar ruang digital tidak menjadi sarana terjadinya kekerasan maupun pelanggaran hak-hak individu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bentuk kekerasan seksual berbasis digital dapat berupa pelecehan melalui pesan daring, penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan, ancaman digital, hingga penyalahgunaan data dan identitas korban. Dampaknya tidak hanya menimbulkan trauma psikologis, tetapi juga dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.

Menurut Teguh, langkah pencegahan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut. Kesadaran untuk menjaga data pribadi, berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya, serta bertanggung jawab dalam menggunakan media digital harus menjadi budaya bersama.

Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa Diskominfo Kota Tanjungpinang terus berupaya membangun ekosistem digital yang aman, inklusif, dan beradab melalui berbagai program literasi digital, edukasi etika bermedia sosial, serta kolaborasi dengan institusi pendidikan dan lembaga perlindungan perempuan dan anak.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, kampus, komunitas, dan masyarakat untuk menjaga ruang digital agar tetap aman dan nyaman bagi semua, terutama perempuan dan anak,” katanya.

Selain menghadirkan Kepala Diskominfo Kota Tanjungpinang, seminar ini juga menghadirkan Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tanjungpinang, Zakiah, S.E., yang memaparkan mekanisme perlindungan serta layanan pendampingan bagi korban kekerasan seksual.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap mahasiswa sebagai generasi muda dan agen perubahan dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya digital yang sehat, saling menghormati, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

“Ruang digital yang aman bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tutup Teguh.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *