Ketua TP PKK Anambas: Rumah Tenun Mak Eteh Bukti Nyata Pemberdayaan dan Pelestarian Warisan Budaya

Anambas442 Dilihat

ANAMBAS – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Sinta Aneng, melakukan kunjungan ke Rumah Tenun Mak Eteh di Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Senin (23/6/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi kreatif melalui kerajinan tenun tradisional.

Sinta disambut antusias oleh masyarakat dan para pengrajin. Ia meninjau langsung proses pembuatan kain tenun songket dan batik cual khas Anambas. Selain berinteraksi dengan para pengrajin, ia juga mencoba alat tenun bukan mesin (ATBM) yang menjadi sarana utama produksi di rumah tenun tersebut.

“Kerajinan tenun ini bukan sekadar menghasilkan kain. Ia adalah warisan budaya yang menghidupi. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan agar tetap bernilai, baik secara budaya maupun ekonomi,” ujar Sinta.

Rumah Tenun Mak Eteh didirikan sejak 2013 oleh Mak Eteh, seorang pengrajin lokal yang telah menggeluti dunia tenun secara mandiri selama lebih dari 20 tahun. Kini, rumah tenun tersebut telah berkembang menjadi pusat pelatihan dan produksi bagi ibu-ibu di desa sekitar.

Mereka secara aktif memproduksi kain songket berkualitas, dengan harga jual antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per lembar.

“Kami ingin kegiatan menenun tidak berhenti di generasi sekarang. Harus ada regenerasi, terutama dari kalangan muda. Karena selain melestarikan budaya, ini bisa menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga,” ungkap Sinta.

Sinta menegaskan bahwa Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas akan terus mendukung para pelaku UMKM lokal melalui berbagai program, seperti pelatihan keterampilan, promosi produk, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Menurut Sinta, pelestarian budaya tidak cukup hanya lewat dokumentasi, tetapi harus diwujudkan melalui praktik nyata dan kolaborasi lintas sektor.

(Latif/Anambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *