ANAMBAS – Angin laut di Pelabuhan Tarempa mengiringi lahirnya kepemimpinan baru di Kabupaten Kepulauan Anambas. Aneng dan Raja Bayu memenangkan Pilkada 2024 dan dipercaya memimpin wilayah perbatasan itu, periode 2025-2030. Meski Aneng bukan putra tempatan, duetnya dengan Raja Bayu, anak Tarempa, meraih mandat mayoritas dengan janji perubahan yang terukur.
Setahun berjalan, fondasi pembangunan mulai terlihat. Utang daerah Rp95 miliar dituntaskan bertahap, birokrasi dibenahi, dan pembangunan jalan penghubung antardesa dipercepat. Penguatan jaringan internet untuk pendidikan pun digerakkan, dan membuka akses belajar yang lebih merata di wilayah kepulauan.
Program sosial langsung menyentuh warga: seragam sekolah gratis, insentif imam masjid, BLT lansia, bantuan nelayan dan petani, hingga pemerataan listrik desa terpencil. Langkah ini menjadi sinyal bahwa janji kampanye mulai diterjemahkan ke dalam kerja nyata.
Di balik kebijakan itu berdiri dua sosok dengan latar berbeda namun punya visi yang searah. Siapa Aneng, figur dari luar daerah yang dipercaya memimpin Anambas? Dan bagaimana perjalanan Raja Bayu, putra asli Tarempa, hingga menjadi bagian penting dari arah baru Anambas?
***
ANENG
Bupati Kepulauan Anambas
“Anak Pesisir yang Menapaki Politik Nasional, Justru Memilih Mengabdi Membangun Anambas”
Aneng lahir di Bengkalis, 20 Oktober 1969, dan tumbuh di keluarga nelayan di Tanjung Balai Karimun. Tempaan hidup pesisir membentuk karakter pekerja keras dan jiwa wirausaha sejak muda yang menjadi nilai kepemimpinan bagi dirinya.
Sejak sekolah ia membantu orang tua melaut dan berdagang, pengalaman yang menumbuhkan empati pada kehidupan masyarakat pesisir. Baginya, kemandirian bukan teori, melainkan kebiasaan hidup sehari-hari.
Karier politiknya dimulai saat memimpin DPC Partai Demokrat Karimun pada 2004. Ia kemudian menjadi asisten di Dewan Pertimbangan Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2010) dan Bendahara DPD Demokrat Kepri (2009-2014), yang memperluas jejaring dan pengalamannya di tingkat nasional dan daerah.
Di luar panggung politik, Aneng berpengalaman di dunia usaha. Ia pernah menjabat Direktur Utama perusahaan properti (2010-2012) dan terlibat dalam konsorsium Golden Prawn Group. Pada 2023, ia dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Kepri atas dorongan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.
Aneng masih ingat betul pesan AHY sejak dikukuhkan sebagai Ketua Demokrat Kepri. “Pak Aneng harus menjadi Dewan atau Kepala Daerah, karena dengan menjabat bapak dapat membantu lebih banyak orang, memang sekarang Pak Aneng dapat membantu 10 orang tetapi jika menjadi Pejabat dapat membantu 1000 orang dengan anggaran yang disediakan pemerintah”,” kata Aneng menirukan perkataan AHY.
Pesan itu menjadi pemantik langkahnya maju di Pilkada Anambas. Dengan niat tulus dan komitmen untuk untuk mengabdi dan mensejahterakan masyarakat di daerah kepulauan itu, khususnya nelayan, menjadi alasan utama pencalonannya.
**”
RAJA BAYU FEBRI GUNADIAN
Wakil Bupati Kepulauan Anambas
“Putra Daerah dan Pengabdian untuk Tanah Kelahiran”
Lahir di Tarempa, 17 Februari 1980, Raja Bayu tumbuh bersama denyut kehidupan pulau dan menyaksikan keterbatasan akses, pasang surut ekonomi nelayan, dan harapan masyarakat akan perubahan nyata.
Ia menempuh pendidikan dasar di Tarempa, melanjutkan SMA di Rumbai, Pekanbaru, lalu meraih sarjana ekonomi di Universitas Islam Riau. Bekal akademik itu memperkuat pemahamannya tentang tata kelola pembangunan daerah.
Karier politiknya ditempa dari bawah: Ketua Bappilu Partai Bintang Reformasi (2009-2013), Ketua DPD II Partai Golkar Anambas (2015-2016), dan anggota DPRD Anambas selama tiga periode (2009-2024). Di legislatif, ia menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dari infrastruktur hingga ekonomi kerakyatan.
Pengalaman panjang itu menyadarkannya bahwa perubahan lebih luas membutuhkan kewenangan eksekutif. Sebagai Ketua Kadin Anambas, ia melihat potensi perikanan, kelautan, dan pariwisata yang bisa digerakkan lewat investasi dan tata kelola yang kuat.
Keputusannya mendampingi Aneng lahir dari pertemuan visi yang sama: percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Anambas. Pengalaman usaha dan jejaring Aneng berpadu dengan kedekatan sosial Raja Bayu di akar rumput. Ia menjadi jembatan antara kebijakan dan karakter masyarakat lokal.
9 FOKUS ENERGI BARU ANAMBAS MAJU
Sejak maju sebagai calon kepala daerah, keduanya merumuskan “9 Fokus Energi Baru Anambas Maju” sebagai komitmen politik dan arah kerja pemerintahan.
Antara lain, penguatan konektivitas transportasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan nelayan dan petani, perhatian bagi guru ngaji, imam, marbot, dan lansia, serta peningkatan insentif RT/RW.
Selain itu, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, optimalisasi potensi kelautan dan pariwisata, kenaikan alokasi ADD menjadi 12 persen, serta penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi jangka panjang.
Sembilan fokus tersebut kini menjadi kompas kepemimpinan Aneng-Raja Bayu untuk menata Anambas agar lebih terhubung, produktif, dan sejahtera di tengah bentang laut yang luas dan tantangan geografis yang nyata.
(red)






