LIS DARMANSYAH dan RAJA ARIZA memulai perjalanan baru dalam memimpin Kota Tanjungpinang. Pelantikan Lis-Raja sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, periode 2025-2030, oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada 20 Februari 2025 menandai awal babak baru dalam pembangunan Tanjungpinang.
Pasangan dengan nama populer Lis-Raja ini berhasil memenangkan Pilkada 2024 yang mengalahkan rivalnya, pasangan Rahma-Rizha. Lis-Raja yang mengusung tagline: “Tanjungpinnag Bernah” itu mendapat dukungan besar dari masyarakat Tanjungpinang, dengan perolehan 64.438 suara, sedangkan Rahma-Rizha dengan slogan: Ramah, hanya mengumpulkan 29.059 suara.
Dengan mandat besar yang diberikan oleh rakyat, Wali Kota Lis Darmansyah bersama wakilnya Raja Ariza memiliki tantangan besar yang salah satunya dalam memperbaiki citra positif Pemerintah Kota Tanjungpinang. Selama ini, Pemko Tanjungpinang mendapat rapor merah dalam pembangunan daerah, dimana banyak program pembangunan dalam RPJMD 2018-2023 yang tidak terealisasi, termasuk penurunan tajam Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan defisit anggaran yang terus memburuk.
Lebih parah, kebijakan pembangunan yang seharusnya mengutamakan kebutuhan masyarakat, justru dipengaruhi oleh kepentingan politik penguasa sebelumnya. Pejabat-pejabat tertentu cenderung lebih memilih tunduk pada kekuasaan demi menjaga jabatan, bahkan ada yang terlibat dalam politik praktis, mendukung pasangan calon tertentu untuk mempertahankan posisinya. Tantangan besar bagi Lis Darmansyah adalah memulihkan kepercayaan publik dan memastikan kebijakan pembangunan kembali fokus pada kepentingan rakyat.
Lis, panggilan akrab wali kota, harus selektif dalam menilai pejabat eselon, dengan syarat utama memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan jabatan yang diemban. Selain itu, Lis perlu memotivasi pegawai agar lebih produktif dan memastikan kesejahteraan mereka, sehingga pemerintahannya dapat bekerja cepat dalam memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Pejabat yang hanya mengandalkan ‘ABS (asal bapak senang)’ harus dibersihkan, namun promosi harus diberikan kepada pegawai yang memiliki SDM berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata.
Membangun Tanjungpinang bukan hanya sekadar melanjutkan program kerja yang ada, melainkan tentang menyegarkan semangat pembangunan yang lebih inklusif, inovatif, dan progresif. Kehadiran Lis-Raja diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan, tetapi juga memunculkan harapan baru bagi seluruh warga Tanjungpinang.
Tentu saja, keberhasilan Lis-Raja dalam menjalankan pemerintahan sangat bergantung pada seberapa cepat dan efektif mereka mampu merespons berbagai tantangan yang ada. Mulai dari perbaikan infrastruktur yang tertunda, peningkatan kualitas pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal yang selama ini belum optimal. Salah satu aspek penting yang harus mereka perhatikan adalah bagaimana menciptakan keseimbangan antara pembangunan fisik dan kesejahteraan sosial yang lebih merata.
Lis-Raja mengusung tagline “Tanjungpinang Berbenah” dengan visi yang dinamai Bima Sakti, mencerminkan tekad mereka untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap berbagai sektor pembangunan yang telah lama terabaikan. Namun, perjalanan mereka untuk merealisasikan visi tersebut tidak akan mudah. Pemerintahan sebelumnya telah meninggalkan sejumlah persoalan pelik yang membutuhkan perhatian terutama dalam hal keuangan daerah.
Selama empat tahun terakhir, Pemko Tanjungpinang menghadapi masalah serius terkait dengan defisit anggaran yang terus membengkak, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak mencapai target, ditambah dengan pengelolaan anggaran yang kurang efisien, membuat Pemko Tanjungpinang terpaksa mengambil kebijakan rasionalisasi anggaran yang cukup drastis.
Akibatnya, berbagai program prioritas tidak bisa direalisasikan, salah satunya program seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, yang anggaranya terpaksa dipangkas. Selain itu, masalah keuangan juga berimbas pada keterlambatan pembayaran Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi ASN. Bahkan, kebijakan pemangkasan TPP ASN yang sebelumnya hanya diberlakukan untuk ASN P3K menambah ketidakpuasan di kalangan pegawai pemerintah.
Di sisi lain, kebijakan-kebijakan yang diterbitkan untuk mengatasi kesulitan ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan justru menuai kritik karena dianggap tidak efektif dalam mendukung pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Kebijakan-kebijakan seperti ini akan memperburuk situasi dan semakin menggerus citra Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang. Banyak yang menilai bahwa Pemko Tanjungpinang belum mampu menghadirkan inovasi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan mendasar yang dihadapi masyarakat. Alhasil, kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin menurun, dan Tanjungpinang kehilangan momentum untuk bangkit dari keterpurukan.
Namun, Lis-Raja dengan visi misi dan program-program unggulannya diharapkan dapat menghadirkan perubahan yang fundamental. Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar dan kompleks, mereka tidak boleh lengah. Duet kepemimpinan Lis-Raja harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki manajemen keuangan daerah, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta menciptakan lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, kejelian dalam merancang kebijakan yang tepat dan memberikan solusi akan menjadi kunci untuk mewujudkan harapan warga Tanjungpinang.
Masyarakat Tanjungpinang kini menantikan gebrakan dari Lis Darmansyah sebagai pemimpin baru Tanjungpinang yang akan mampu membawa perubahan positif dan membangkitkan citra Pemko Tanjungpinang. Keberhasilan mereka tidak hanya diukur dari sejauh mana mereka dapat menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga seberapa besar kemampuan mereka untuk merancang masa depan Kota Tanjungpinang yang lebih baik dan lebih sejahtera.
Dengan kerja keras, inovasi, dan komitmen, Lis-Raja diharapkan dapat mewujudkan visi mereka dan mengembalikan kepercayaan publik kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang. Sebagai pasangan yang berjanji untuk menghadirkan perubahan nyata, kini saatnya mereka membuktikan bahwa janji politik mereka bukan hanya kata-kata, tetapi sebuah komitmen yang akan diwujudkan melalui tindakan nyata demi kesejahteraan rakyat Tanjungpinang.
Dengan rekam jejak dan pengalaman yang dimiliki Lis Darmansyah sebagai politisi senior di Provinsi Kepri, dengan karir cemerlang, pernah menjadi Ketua DPRD Tanjungpinang, Wali Kota Tanjungpinang periode 2013-2018, dan Anggota DPRD Kepri, demikian Raja Ariza dengan latar belakang sebagai birokrasi yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting sebagai kepala OPD di Pemprov Kepri, tidak ada keraguan atas kemampuan mereka untuk melakukan yang terbaik untuk Tanjungpinang, kota kelahirannya itu, menuju masa depan yang cerah dan sejehatera bagi warganya.
(tira)











