Penyengat Heritage 2026 Sukses Digelar, Perkuat Revitalisasi Budaya Melayu dan Ekowisata Berkelanjutan

Kepri7 Dilihat

KEPRIPemerintah Provinsi Kepulauan Riau sukses menyelenggarakan Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di kawasan Balai Adat Pulau Penyengat. Kegiatan ini mengusung tema “Regeneration Lifestyle Tourism” dan menjadi salah satu dari 72 agenda dalam Kalender Event Kepulauan Riau Tahun 2026.

Festival budaya tersebut menghadirkan berbagai kegiatan dan atraksi tradisional yang melibatkan peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, serta sejumlah daerah di Kepulauan Riau. Di antaranya Festival Gasing Internasional, lomba Jong, dan lomba tari kreasi Melayu yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun pengunjung.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura hadir langsung menyaksikan rangkaian kegiatan, termasuk final perlombaan pada Sabtu (20/6). Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Melayu yang dikemas melalui pendekatan pariwisata modern.

Selain pertunjukan budaya, kegiatan ini juga diisi dengan nonton bareng tiga pertandingan Piala Dunia hasil kolaborasi dengan TVRI Kepulauan Riau, yang turut menambah daya tarik dan partisipasi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menjelaskan bahwa Festival Gasing Internasional diikuti 40 peserta dari berbagai negara serumpun, sementara lomba Jong melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di dalam dan luar negeri. Adapun lomba tari kreasi diikuti 11 kelompok dengan sekitar 65 penari yang menampilkan ragam seni budaya Melayu.

Hasan juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata Kepulauan Riau menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, tercatat 2,027 juta wisatawan mancanegara dan 4,3 juta pergerakan wisatawan nusantara. Hingga April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 647 ribu orang berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 merupakan hasil kolaborasi pendanaan antara APBD Provinsi Kepulauan Riau dan dukungan Dana Tugas Pembantuan Kementerian Pariwisata.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa tema Regeneration Lifestyle Tourism tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga mengemban misi pelestarian budaya dan lingkungan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk membumikan, mengembangkan, dan merevitalisasi budaya Melayu sebagai identitas utama Kepulauan Riau.

“Lebih dari sekadar angka kunjungan wisatawan, kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya Melayu,” ujar Gubernur.

Dengan suksesnya penyelenggaraan ini, Penyengat Heritage 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai destinasi wisata budaya dan ekowisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *