TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, salah satunya melalui program pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP. Tahun 2025 ini, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Pendidikan menambah jumlah bantuan seragam dari dua stel menjadi empat stel lengkap untuk setiap siswa baru.
Empat jenis seragam yang akan diberikan secara cuma-cuma kepada siswa baru tersebut adalah seragam OSIS, seragam batik, seragam olahraga, dan pakaian kurung Melayu yang mencerminkan identitas budaya lokal. Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota terhadap beban ekonomi masyarakat serta upaya memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan siswa terhadap budaya Melayu.
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menyampaikan bahwa program seragam gratis ini merupakan salah satu program prioritas kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza, yang dijanjikan sejak kampanye Pilkada 2024. Lis menegaskan bahwa program seragam gratis tidak hanya dimaksudkan untuk meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan pendidikan yang berkeadilan di Kota Tanjungpinang.
“Program ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dan orang tua sejak awal tahun ajaran. Jangan sampai seragam diberikan saat siswa sudah naik kelas atau bahkan menjelang tamat sekolah. Itu akan mencederai maksud utama dari program ini,” tegas Lis mengingatkan jajaran Dinas Pendidikan, Selasa (8/7/2025), dikutip dari laman Pemko Tanjungpinang.
Untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan, Wali Kota meminta Dinas Pendidikan untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak sekolah. Proses pendataan siswa dan pengukuran seragam harus dilakukan segera setelah siswa baru diterima dan masuk sekolah, agar tidak terjadi keterlambatan dalam proses pengadaan dan distribusi.
Lis juga meminta adanya pengawasan terhadap proses pengadaan seragam, baik dari sisi kualitas bahan maupun ketepatan waktu distribusinya. Ia mengingatkan bahwa setiap anggaran yang digunakan harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel, demi menjamin keberlanjutan program di masa mendatang.
“Dinas Pendidikan harus bergerak cepat. Kita targetkan dalam satu bulan ke depan proses pengadaan sudah bisa berjalan, sehingga siswa baru dapat menerima seragam mereka secepat mungkin,” ujar Lis.
Lis menambahkan bahwa program seragam gratis ini merupakan bentuk nyata dari kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya bagi keluarga dengan penghasilan rendah. Menurutnya, kebijakan ini sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dan perhatian terhadap masa depan generasi muda.
“Setiap anak berhak mendapat pendidikan yang layak, tanpa terkendala oleh faktor ekonomi. Dengan seragam yang lengkap, mereka akan lebih percaya diri dan siap mengikuti proses belajar di sekolah,” kata Lis.
Dengan bertambahnya jumlah stel seragam yang diberikan tahun ini, ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah semakin meningkat. Ia menegaskan Pemko Tanjungpinang berkomitmen untuk terus memperluas program-program bantuan sosial dan pendidikan sebagai wujud pelayanan publik yang adil dan merata bagi seluruh warga kota.
Selain itu, melalui program seragam gratis ini, Lis berharap sekolah-sekolah di Tanjungpinang dapat lebih meningkatkan semangat kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai budaya lokal melalui seragam kurung Melayu. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek pendidikan formal, tetapi juga pelestarian nilai-nilai budaya.
(red)






