Raja Ariza: Inflasi Tanjungpinang Terkendali Selama Ramadan-Idulfitri 2026

Tanjungpinang23 Dilihat

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan kondisi inflasi dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Stabilitas ini menjadi hasil dari pengawasan intensif serta sinergi lintas sektor yang terus diperkuat.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menyampaikan bahwa secara umum tidak terdapat gejolak harga yang signifikan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama periode hari besar keagamaan tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama TP2DD yang digelar di Kantor Wali Kota, Senin (13/4/2026).

“Selama Ramadan hingga Lebaran, tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat. Kenaikan harga masih dalam batas wajar karena pasokan barang tetap terjaga,” ujar Raja Ariza.

Ia juga mengapresiasi peran berbagai pihak, mulai dari Bea Cukai, Kejaksaan, kepolisian, perbankan, hingga instansi terkait lainnya yang telah bersinergi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci dalam mencegah terjadinya gangguan distribusi maupun praktik penimbunan barang di pasar.

Untuk itu, Pemerintah Kota meminta dinas teknis seperti Disdagin dan DPPP terus memperkuat kerja sama dengan Forkopimda, Bulog, serta Bank Indonesia, khususnya melalui pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar.

“Kita bersyukur, berkat sinergi dan pengawasan bersama, tidak terjadi penimbunan barang sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, pada Maret 2026 tercatat deflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (month-to-month).

Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menjelaskan bahwa capaian tersebut terjadi di tengah inflasi nasional sebesar 0,41 persen dan inflasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,08 persen.

Secara kumulatif, inflasi Tanjungpinang masih berada dalam kondisi terkendali dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen dan inflasi tahunan mencapai 3,98 persen, didorong oleh dinamika harga komoditas pangan, energi, serta sektor transportasi yang terus dipantau pemerintah.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *