Yayasan Kanker Indonesia Soroti Lonjakan Diabetes dan Kanker pada Anak di Kepri

Kepri85 Dilihat

KEPRI – Peningkatan kasus diabetes dan kanker pada anak menjadi perhatian serius Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, hingga masyarakat.

YKI menilai pentingnya intervensi dini terhadap meningkatnya kasus diabetes dan kanker pada anak melalui edukasi kesehatan, pola hidup sehat, dan penguatan sinergi layanan kesehatan

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua YKI Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, saat mengukuhkan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Kota Batam periode 2026-2031 di Wyndham Panbil, Sabtu (16/5/2026). Erdawati dikukuhkan sebagai Ketua YKI Kota Batam

Dewi mengatakan, pengukuhan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat pelayanan sosial, edukasi kesehatan, dan kepedulian kemanusiaan di tengah masyarakat, khususnya di Kota Batam.

Ia berharap YKI Kota Batam dapat membangun sinergi yang kuat bersama organisasi profesi, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam menyusun program preventif, promotif, hingga rehabilitatif bagi masyarakat.

“Ini menjadi awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat pelayanan sosial, edukasi kesehatan, dan kepedulian kemanusiaan di tengah masyarakat, khususnya di Kota Batam,” ujar Dewi.

Menurutnya, YKI tidak hanya hadir untuk memberikan harapan kepada para pejuang kanker, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa anak-anak merupakan harapan dan masa depan bangsa yang harus dijaga bersama, termasuk dari ancaman penyakit kronis yang kini semakin banyak menyerang usia anak dan remaja.

“Anak-anak adalah harapan, cahaya, dan masa depan bangsa. Senyum mereka adalah kebahagiaan bagi keluarga, dan kesehatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, prevalensi diabetes pada anak mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus diabetes terbanyak ditemukan pada kelompok usia 10 hingga 14 tahun dengan persentase mencapai 46 persen, serta didominasi anak perempuan sebesar 59,3 persen.

Dewi mengungkapkan, mayoritas kasus yang ditemukan merupakan diabetes tipe 1. Namun demikian, obesitas juga disebut menjadi faktor risiko kuat terhadap munculnya diabetes tipe 2 pada anak.

Karena itu, ia menilai pengendalian obesitas serta penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan angka kasus diabetes pada anak.

Selain diabetes, Dewi juga menyoroti tingginya kasus kanker pada anak di Indonesia. Berdasarkan data IDAI tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker anak setiap tahun.

Kasus tersebut didominasi leukemia, disusul limfoma dan kanker otak. Namun, hanya sekitar 20 persen kasus yang berhasil terdeteksi dan mendapatkan penanganan akibat keterbatasan fasilitas kesehatan serta masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini.

Dewi turut mengapresiasi langkah IDAI Kepri yang menggelar seminar edukasi kesehatan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka diabetes dan kanker pada anak. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para dokter spesialis anak dan tenaga kesehatan yang selama ini terus mendampingi pasien dan keluarga dalam menghadapi masa sulit.

Kegiatan tersebut turut dihadiri istri Wali Kota Batam, pengurus YKI Provinsi Kepri dan Kota Batam, Ketua IDAI Kepri beserta jajaran, narasumber dr. Helmi Tri Puji Lestari dan Prof. Aman Bhakti Pulungan, perwakilan Cancer Information Support Center (CISC) Kota Batam, Changing Diabetes in Children (CIDC) Indonesia, anak-anak penyandang diabetes melitus dan penyintas kanker beserta keluarga, kader Posyandu, serta tamu undangan lainnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *