TANJUNGPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, meminta warga mematikan aliran listrik saat terjadi genangan air guna mencegah korsleting, serta mewaspadai kemunculan binatang berbisa.
Imbauan tersebut menyusul peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam terkait potensi banjir rob pada 3–7 Februari 2026. Fenomena fase perigee dan bulan purnama berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut.
Berdasarkan pemantauan BMKG, wilayah pesisir yang berpotensi terdampak di Tanjungpinang meliputi Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, dan sekitarnya.
BPBD terus melakukan pemantauan intensif di kawasan rawan banjir pesisir serta menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanganan dan evakuasi jika diperlukan.
Yamin menambahkan, banjir rob dapat mengganggu aktivitas pelabuhan, permukiman pesisir, serta kegiatan ekonomi masyarakat. Warga diimbau mengamankan barang berharga dan membatasi aktivitas saat pasang laut maksimum.
BPBD Kota Tanjungpinang membuka layanan kedaruratan melalui nomor (0771) 20949 dan mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan demi keselamatan bersama.
(tr/red)






