TANJUNGPINANG – Selama delapan tahun tidak pernah ada kenaikan tarif pas penumpang, namun Pelindo terus berupaya membenahi infrastruktur di pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, yang semuanya untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
General Manager (GM) Pelindo Cabang Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, melalui Humas Pelindo Riel Fulltimer Harianja membenarkan bahwa selama kurun waktu delapan tahun ini tidak ada kenaikan tarif pas penumpang di pelabuhan SBP Tanjungpinang, baik di terminal domestik maupun internasional.
“Terakhir penyesuaian tarif pas penumpang pada tahun 2016, dengan rincian; pas masuk di terminal domestik sebesar Rp 10 ribu, di terminal internasional untuk WNI Rp 40 ribu, dan WNA Rp 75 ribu, tarif ini yang berlaku hingga hari ini,” kata Riel Fulltimer saat dihubungi suluhkepri.com, Senin (3/2/2025).
Meski tidak ada kenaikan tarif, pembenahan fasilitas pelabuhan terus dilakukan. Riel Fulltimer menegaskan pembenahan infrastruktur pelabuhan sudah menjadi komitmen Pelindo untuk memberikan kenyamanan para pengguna pelabuhan.
Saat ini pelabuhan SBP Tanjungpinang telah mengalami banyak pembenahan dan perubahan terutama pada fasilitas dan pelayanan di pelabuhan. Mulai dari pembenahan area parkir, jalur pintu masuk, hingga pembenahan ruang tunggu, dan akan terus dilakukan perbaikan fasilitas lainnya.
Ia mengatakan langkah pembenahan dilakukan Pelindo, agar pelabuhan SBP sebagai ikon Tanjungpinang memiliki daya tarik untuk mendatangkan pengunjung terutama wisatawan manca negara ke ibu kota Provinsi Kepri itu.
“Pembenahan ini dirancang agar penumpang dapat merasakan pengalaman yang lebih mengesankan, baik di terminal domestik maupun terminal internasional,” katanya.
Salah satu perbaikan yang cukup kontras terlihat adalah di area jalur penumpang dan pengantar baik menuju terminal domestik maupun internasional. Sebelumnya, kata Riel Fulltimer, area ini sering kali terpapar cuaca buruk, namun kini sudah dilengkapi dengan atap dan dinding di kedua sisi jalur.
“Sekarang penumpang dan pengantar dapat melintas dengan nyaman tanpa khawatir kehujanan atau terkena angin kencang dari laut,” ujarnya. Dengan adanya perubahan ini, kenyamanan perjalanan bagi penumpang dan keluarga yang mengantar jadi lebih terjamin.
Selain itu, Pelindo juga tengah melakukan pembenahan parkir kendaraan di pelabuhan dengan perluasan area parkir. Langkah ini diambil setelah kantor Pelindo Tanjungpinang dipindahkan ke Kijang, Kabupaten Bintan. Perbaikan ini meliputi penataan parkir dengan memisahkan area parkir mobil dan sepeda motor, serta pengaturan jalur pintu masuk dan keluar yang lebih efisien.
Dengan pembenahan area parkir ini, pengunjung pelabuhan diharapkan dapat lebih mudah dan nyaman saat parkir, sehingga tidak terjadi kesemrawutan dan kepadatan yang mengganggu jalur utama penumpang. Pembenahan lainnya, terhadap fasilitas tempat duduk yang lebih nyaman di ruang tunggu.
Ada juga beberapa program pembangunan peningkatan fasilitas yang sedang berjalan, seperti perbaikan jembatan ponton keberangkatan dermaga domestik, penggantian kursi ruang tunggu penumpang di terminal domestik dan internasional. Serta penataan dalam upaya mempercantik dermaga (beautifikasi) pelabuhan SBP Tanjungpinang.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan penumpang di pelabuhan. Termasuk pengadaan toilet, AC dan ruang khusus bagi ibu menyusui dan penyandang disabilitas. Semua ini untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penumpang dan wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang,” jelas Riel Fulltimer.
Ia menyebutkan bahwa pembenahan fasilitas ini adalah bagian dari komitmen Pelindo untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Fasilitas yang semakin baik ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman positif bagi penumpang yang melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, menjadikannya sebagai pelabuhan yang lebih modern dan ramah pengunjung.
Dengan berbagai peningkatan ini, lanjut Riel Fulltimer, Pelindo berharap agar pelabuhan SBP menjadi pilihan utama bagi para penumpang, baik yang menuju Tanjungpinang maupun tujuan internasional lainnya, dan tentunya terus mendukung perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan perdagangan.






