Diskominfotik Anambas Gelar Pelatihan Kehumasan-Dasar Jurnalistik, Perkuat Peran Pers Tangkal Hoaks

Anambas320 Dilihat

ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) menggelar Pelatihan Kehumasan dan Dasar Jurnalistik di Aula Prof. Dr. M. Zen, Kantor Bupati, Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai OPD, instansi vertikal, lembaga terkait, serta aparatur desa, baik secara langsung maupun daring.

Pelatihan menghadirkan Nikolas Panama, S.H., M.Pd., M.H., dosen jurnalistik Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sekaligus penguji Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) AJI. Ia membawakan dua materi utama, yakni Peran Jurnalis dalam Menangkal Hoaks dan Teknik Penulisan Berita Langsung.

Dalam paparannya, Nikolas menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi, khususnya di masa menjelang pemilu yang rawan hoaks. Ia mengingatkan bahwa media harus menjadi benteng pertama melawan informasi bohong. “Saring sebelum sharing, pastikan kebenaran sebelum diangkat menjadi berita,” ujarnya.

Nikolas juga mengupas pasal-pasal dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, menegaskan kewajiban media menyajikan berita akurat, berimbang, dan bebas dari opini yang menghakimi. Pada sesi teknik penulisan, ia mempraktikkan pembuatan judul yang singkat dan padat, serta penyusunan teras berita yang jelas menjawab unsur who dan what.

Kepala Diskominfotik Anambas, Japrizal, S.Kom., M.A., menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas aparatur dan insan pers lokal. Menurutnya, kemampuan mengemas informasi publik secara profesional menjadi kunci agar pesan pemerintah tersampaikan di tengah derasnya arus informasi.

Bupati Aneng dalam sambutannya menegaskan, pers memiliki peran vital menjaga kondusifitas daerah. Ia menyebut informasi yang benar merupakan pondasi demokrasi yang sehat. “Pemerintah dan pers harus sejalan, terutama di masa rawan isu seperti menjelang pemilu,” katanya.

Bupati juga berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat kualitas informasi publik di Anambas. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan media sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya seputar praktik verifikasi data, penulisan berita daring, hingga strategi melawan berita bohong yang cepat menyebar di media sosial. Sesi ini menghasilkan berbagai rekomendasi praktis yang dapat diterapkan di lapangan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Anambas membangun ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan terpercaya, sekaligus memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi dan penangkal hoaks di daerah.

(Latif/Anambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *