TANJUNGPINANG – Rencana operasional Indomaret di Tanjungpinang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat eksistensi dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM), sekaligus memperkokoh struktur perekonomian daerah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan sektor perdagangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi. Karena itu, kehadiran ritel modern dinilai sebagai bagian dari dinamika yang tak terpisahkan dari pertumbuhan daerah.
“Kehadiran ritel modern seperti Indomaret merupakan bagian dari dinamika perkembangan ekonomi. Wali kota berkomitmen membuka ruang investasi yang sehat, terukur, dan berkeadilan. Tentunya kehadiran ritel ini harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, bukan sebaliknya,” ujar Riany, Sabtu (2/5).
Pada tahap awal, Indomaret direncanakan membuka tiga gerai di Tanjungpinang, dengan penyesuaian terhadap kondisi dan kebutuhan lokal. Pemerintah Kota juga menekankan sejumlah kewajiban bagi pihak peritel, terutama dalam mendukung ekonomi masyarakat setempat.
Wali Kota Lis Darmansyah, menegaskan pentingnya komitmen Indomaret untuk menampung produk IKM lokal serta menyerap tenaga kerja dari warga ber-KTP Tanjungpinang.
Lebih jauh, Riany menjelaskan bahwa kehadiran Indomaret diharapkan tidak sekadar menjadi ekspansi bisnis, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam pemasaran produk lokal. Pemerintah, kata dia, tidak hanya fokus pada masuknya investasi, melainkan juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selama ini, pelaku IKM di Tanjungpinang telah mendapatkan berbagai fasilitasi, mulai dari pembinaan, pelatihan, hingga kurasi produk secara berkelanjutan. Bahkan, sejumlah produk unggulan telah berhasil menembus jaringan ritel modern di Batam dan Bintan, serta mengisi rak-rak ritel besar seperti Hypermart.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk IKM Tanjungpinang memiliki daya saing dan peluang besar untuk terus berkembang, termasuk dalam ekosistem ritel modern.
“Dengan pengaturan yang tepat serta pengawasan yang konsisten, keberadaan ritel modern berskala nasional dapat berjalan berdampingan dengan usaha ekonomi masyarakat. Bahkan, bisa menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Riany.






