Kepada Komisi II DPR RI, Ansar Paparkan Capaian Program Nasional di Kepri

Kepri8 Dilihat

KEPRIGubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memaparkan berbagai capaian pelaksanaan program prioritas nasional saat menerima kunjungan spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri, Batam, Selasa (8/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ansar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri mendukung penuh program strategis pemerintah pusat sekaligus menyampaikan perkembangan sejumlah indikator pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif.

Kunjungan kerja Komisi II DPR RI dipimpin Ketua Komisi II Rifqinizamy Karsayuda dan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Agenda ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap pelaksanaan tugas gubernur sebagai kepala daerah sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam paparannya, Ansar menyampaikan berbagai program prioritas nasional di Kepri terus menunjukkan perkembangan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, hingga 23 Juni 2026 telah menjangkau 594.278 penerima manfaat atau sekitar 87,47 persen dari target, didukung 239 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebanyak 407 koperasi telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, 271 koperasi telah memiliki lahan, sedangkan sisanya masih dalam proses penyediaan lahan.

Di sektor pendidikan, Program Sekolah Rakyat telah menampung 201 peserta didik yang tersebar di Kabupaten Natuna, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Sementara Program Kampung Nelayan Merah Putih mencatat empat lokasi telah ditetapkan dari total 124 usulan, dengan sebagian besar lokasi lainnya masih dalam tahapan survei dan verifikasi.

Ansar juga menyoroti capaian reforma agraria di Kepri. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan ATR/BPN terus diperkuat untuk mempercepat penataan ruang, penyusunan RTRW dan RDTR, serta mendukung investasi dan pembangunan kawasan strategis.

Selain memaparkan perkembangan program nasional, Ansar menyampaikan sejumlah indikator ekonomi daerah yang dinilai cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I 2026 mencapai 7,04 persen (year on year), menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera dan masuk lima besar nasional.

Realisasi investasi sepanjang 2025 juga melampaui target dengan nilai mencapai Rp64,67 triliun atau 136 persen dari target RPJMD. Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,02 juta orang atau meningkat 21,59 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 tercatat sebesar 80,53 poin, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Angka kemiskinan turun menjadi 4,26 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan menjadi 6,87 persen pada Februari 2026.

“Gubernur Ansar menegaskan seluruh program pembangunan daerah diarahkan untuk mendukung percepatan pelaksanaan program strategis nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.”

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan fungsi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat berjalan efektif, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, pengelolaan dana transfer, kebijakan pertanahan, tata ruang, dan kewilayahan.

Menurut Rifqinizamy, secara umum pelaksanaan program prioritas nasional di Kepulauan Riau telah berjalan baik. Meski demikian, pemerintah daerah tetap didorong melakukan penyempurnaan agar implementasi berbagai program semakin optimal dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *