170 Posyandu Aktif Lingga Semarakkan Hari Posyandu Nasional 2026, Jadi Penyumbang Terbesar di Kepri

Lingga3 Dilihat

LINGGA – Kabupaten Lingga kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional dalam pelaksanaan Semarak Hari Posyandu Nasional Tahun 2026. Keberhasilan ini turut mengantarkan Provinsi Kepulauan Riau masuk dalam jajaran lima besar nasional dengan total 270 Posyandu aktif yang mempublikasikan pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dari total tersebut, Kabupaten Lingga menjadi penyumbang terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dengan sebanyak 170 Posyandu aktif ikut menyemarakkan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Capaian itu berdasarkan Surat Ketua Umum TP Posyandu Nomor: 003/SKR/POSYANDU.Pst/VI/2026 tentang Semarak Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 yang menempatkan Lingga sebagai daerah dengan kontribusi terbanyak di Kepri.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Lingga dalam melakukan pembinaan Posyandu secara berkelanjutan dinilai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tersebut. Dukungan itu juga diperkuat dengan peran aktif kader Posyandu, operator publikasi desa, pemerintah kecamatan, hingga partisipasi masyarakat.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga Kabupaten Lingga mampu bersaing dan bersinar di tingkat nasional.

“Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Mulai dari kader Posyandu, operator desa, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat yang begitu antusias mendukung kegiatan Posyandu. Kabupaten Lingga membuktikan bahwa semangat pelayanan masyarakat di desa tetap kuat dan terus berkembang,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Pemerintah Kabupaten Lingga optimistis capaian tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu yang aktif, inovatif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun Posyandu yang maju, partisipatif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke pelosok desa.

(Taufik/Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *