Lis Ajak Warga Bergerak Bersama Cegah Penyebaran Malaria di Tanjungpinang

Tanjungpinang17 Dilihat

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran malaria yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang.

Ajakan tersebut disampaikan Lis usai bersilaturahmi dengan warga Tanjung Sebauk dan Senggarang, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Selasa (23/6/2026) malam.

Menurut Lis, penanganan malaria tidak cukup hanya melalui sosialisasi dan imbauan dari pemerintah. Dibutuhkan komunikasi yang lebih intens serta keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga lingkungan agar terbebas dari potensi penyebaran penyakit.

“Penanganan malaria tidak bisa hanya dengan imbauan. Kita harus bergerak bersama karena ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujar Lis.

Ia mengatakan, beberapa wilayah saat ini masih berada pada tingkat kerawanan tinggi dan mendekati zona merah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka penyebaran malaria.

Lis menegaskan, pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai program penanganan dan pencegahan. Namun, keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bertujuan mendorong warga lebih aktif melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti edukasi yang diberikan petugas,” katanya.

Sementara itu, Lurah Senggarang, Edi Susanto, menjelaskan terdapat enam titik sebaran malaria di wilayahnya dengan tingkat paparan yang berbeda-beda.

Data yang dihimpun menunjukkan Tanjung Sebauk Darat menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 109 kepala keluarga (KK) dari total 122 KK. Selain itu, Kampung Bebek tercatat 15 KK, Senggarang Darat 17 KK, Senggarang Besar 16 KK, dan Tanjung Sebauk Laut 88 KK.

Menurut Edi, beberapa wilayah seperti Tanjung Sebauk Darat, Kampung Bebek, dan Senggarang Darat mulai menunjukkan kondisi yang lebih aman. Namun, Senggarang Besar dan Tanjung Sebauk Laut masih memerlukan perhatian khusus karena angka kasus yang belum melandai.

Pemerintah bersama Dinas Kesehatan, Damkar, relawan, RT, dan RW terus melakukan berbagai intervensi lingkungan, termasuk penaburan obat pada genangan bekas tambang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam, mengungkapkan hingga saat ini tercatat sebanyak 518 kasus malaria di Tanjungpinang. Selain pengobatan, petugas juga melakukan survei demam, penemuan kasus aktif, edukasi kesehatan, serta fogging dua siklus untuk membunuh nyamuk dewasa.

Saat ini terdapat sekitar 58 titik rawa kecil yang menjadi fokus pengendalian karena berpotensi menjadi lokasi perindukan nyamuk malaria.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *