TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berkomitmen mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil. Program ini menjadi salah satu prioritas utama kepemimpinan Lis Darmansyah dan Raja Ariza (Lis–Raja), yang diwujudkan melalui pelatihan, bantuan peralatan, dan perluasan akses permodalan.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Koperasi Merah Putih, inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membangun UMKM yang mandiri dan sejahtera di seluruh Indonesia. Wali Kota Lis Darmansyah pun menggandeng sejumlah BUMN dan perusahaan swasta untuk memperkuat sinergi lewat program Corporate Social Responsibility (CSR).
Salah satu bentuk kolaborasi itu terlihat dalam kegiatan pelatihan sumber daya manusia bagi pengurus Koperasi Merah Putih yang tersebar di setiap kelurahan, serta penyerahan bantuan alat usaha dari PT Pegadaian (Persero). Kegiatan ini digelar oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnakerkop dan UM) Kota Tanjungpinang, di Hotel Bintan Plaza, Rabu (12/11/2025).
Dalam sambutannya, Lis menegaskan pentingnya profesionalisme dalam mengelola koperasi dan UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan. “Sehebat apa pun rencana, tanpa manajemen yang baik tidak akan berhasil. Pelatihan ini diharapkan memperkuat kemampuan pengurus agar Koperasi Merah Putih bisa jadi contoh bagi koperasi lainnya,” ujar Lis dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang, Kamis (13/11/2025).
Lis mengungkapkan bahwa Pemko Tanjungpinang kini tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai BUMN untuk memperkuat koperasi, terutama dalam penyediaan bahan baku dan pendampingan usaha. Ia berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal agar Koperasi Merah Putih dapat beroperasi penuh pada tahun mendatang.
“Pengurus harus proaktif, berinovasi, dan memiliki rencana kerja tahunan yang jelas. Koperasi ini harus memiliki arah pengembangan yang kuat serta terhubung dengan pemerintah daerah dan mitra usaha,” tambahnya.
Kepada penerima bantuan CSR Pegadaian, Lis berpesan agar peralatan yang diberikan tidak hanya disimpan, melainkan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
“Jangan sampai mesin hanya bertahan tiga bulan atau dijual kembali. Bahan baku di Tanjungpinang cukup banyak, tinggal keberanian untuk mencoba. Kalau gagal tidak apa-apa, yang penting sudah berani memulai,” tegasnya.
Lis juga meminta Disnakerkop dan UM untuk melakukan pemantauan berkala guna memastikan bantuan benar-benar berdampak terhadap peningkatan usaha masyarakat. “Jika ada kendala, sampaikan kepada dinas terkait agar segera dicarikan solusinya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Lis bersama perwakilan PT Pegadaian menyerahkan bantuan alat usaha kepada 30 pelaku UMKM binaan Pemko, seperti produsen otak-otak, lakse beku, sambal, kerajinan kulit ikan pari, dan pembuat jilbab. Bantuan meliputi mesin jahit kulit, obras, freezer box, mesin sealer, serta mesin press kaleng dan botol.
Sementara itu, Kepala Disnakerkop dan UM, Efendi, menjelaskan bahwa pelatihan diikuti 55 pengurus Koperasi Merah Putih dan 30 pelaku UMKM penerima bantuan.
“Masih banyak koperasi yang belum dikelola optimal karena lemahnya manajemen dan minim inovasi. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong pengelolaan koperasi yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang, perwakilan Kodim 0315/Tanjungpinang, PT Pegadaian, PT Jaffa Group, Dinas Kominfo, serta Asosiasi Distributor.






