TANJUNGPINANG – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura mencatat berbagai capaian pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau. Berbagai indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional hingga penurunan angka kemiskinan.
Kepemimpinan Ansar–Nyanyang yang genap satu tahun pada 20 Februari 2026 dinilai berhasil mendorong percepatan pembangunan daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat. Berbagai program prioritas diarahkan untuk mewujudkan visi “Kepri Maju, Makmur, dan Merata.”
Pasangan ini resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah 2024 dengan perolehan 450.109 suara atau 55,06 persen.
Sejak awal menjabat, Ansar menegaskan pembangunan Kepri diarahkan untuk memperkuat potensi kemaritiman, meningkatkan konektivitas antarwilayah kepulauan, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Program pembangunan kita fokus pada sektor yang langsung berdampak pada masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur,” ujar Ansar.
Ekonomi Kepri Tumbuh 6,94 Persen, Tertinggi di Sumatera
Pada tahun pertama kepemimpinan Ansar–Nyanyang, perekonomian Kepulauan Riau menunjukkan kinerja impresif. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 tercatat 6,94 persen, meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang berada di angka 5,02 persen.
Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan berada di peringkat ketiga nasional. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan mencapai Rp224,51 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh peningkatan investasi, aktivitas industri manufaktur, konstruksi, serta sektor perdagangan dan transportasi. Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami lonjakan signifikan.
Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri mencapai 2,027 juta orang, meningkat 22,59 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara wisatawan nusantara meningkat 22,99 persen dengan total pengeluaran wisatawan mencapai Rp22 triliun.
Di sektor investasi, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 16,62 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melonjak hingga 112,04 persen dibandingkan 2024.
“Pertumbuhan ekonomi ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pihak yang terus mendorong iklim investasi di Kepri,” ujar Nyanyang.
Kualitas SDM Meningkat, IPM Kepri Tembus Kategori Sangat Tinggi
Selain pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Riau juga menunjukkan peningkatan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri pada 2025 mencapai 80,53, meningkat dari 79,89 pada 2024.
Capaian ini menempatkan Kepri dalam kategori “sangat tinggi” dan menjadikannya salah satu provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia, bahkan tertinggi di luar Pulau Jawa.
Peningkatan IPM tersebut didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan tren penurunan. Pada Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka di Kepri tercatat 6,45 persen, turun dari 6,89 persen sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Kepri juga terus memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan kerja agar tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kemiskinan Terendah di Sumatera, Kerukunan Umat Beragama Terjaga
Keberhasilan pembangunan juga tercermin dari penurunan angka kemiskinan. Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Kepri tercatat 117,28 ribu orang atau 4,44 persen, menurun dari 124,96 ribu orang pada September 2024.
Capaian ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan angka kemiskinan terendah di Sumatera dan peringkat keempat terendah secara nasional.
Selain itu, kehidupan sosial masyarakat Kepri juga dinilai sangat harmonis. Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri pada 2025 mencapai 83,68, menempatkan provinsi ini secara konsisten dalam lima besar provinsi paling rukun di Indonesia selama empat tahun berturut-turut.
Capaian tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga toleransi serta dialog lintas agama.
Infrastruktur, Program Sosial dan Asta Cita Terus Dipercepat
Dalam bidang infrastruktur, berbagai proyek strategis terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Salah satunya adalah rencana pembangunan Jembatan Batam–Bintan sepanjang 7,6 kilometer yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan.
Selain itu, kondisi jalan mantap di Kepri juga meningkat menjadi 81,11 persen, sementara rasio elektrifikasi melalui program Kepri Terang mencapai 99,21 persen pada 2025.
Di sektor kesehatan, Pemprov Kepri meresmikan tujuh gedung layanan baru di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud di Tanjunguban dengan anggaran Rp54,39 miliar.
Pemerintah provinsi juga menjalankan berbagai program perlindungan sosial, seperti bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan dan petani serta subsidi bunga 0 persen bagi UMKM agar dapat naik kelas.
Selain itu, Ansar–Nyanyang juga aktif mendukung program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk program Makan Bergizi Gratis, pembentukan Koperasi Merah Putih, program 3 Juta Rumah, serta penguatan kemandirian pangan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Provinsi Kepri akan terus mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Ansar.
Dalam satu tahun kepemimpinan Ansar–Nyanyang, berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari ekonomi yang tumbuh tinggi, investasi yang meningkat, kemiskinan yang menurun, hingga pembangunan infrastruktur yang terus dipercepat sebagai langkah menuju Kepulauan Riau yang semakin maju dan berdaya saing.
(red)






