Ansar-Nyanyang Hadiri Apel Operasi Ketupat Seligi 2026 di Polda Kepri, Siap Amankan Idulfitri

Batam103 Dilihat

BATAM – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Seligi 2026 dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Apel berlangsung di Lapangan Polda Kepulauan Riau, Batam, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin Kapolda Kepri Asep Safrudin yang membacakan amanat Kapolri. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana, sekaligus menunjukkan komitmen serta sinergi lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026.

Pada kesempatan itu, Gubernur Ansar Ahmad turut menyematkan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Seligi 2026 kepada perwakilan personel yang akan bertugas dalam pengamanan Lebaran.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda Kepri juga disampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan peningkatan eskalasi konflik, mulai dari konflik Israel–Palestina hingga ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap stabilitas geopolitik dunia, termasuk potensi gejolak harga minyak global.

Situasi tersebut, menurut amanat Kapolri, berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk nilai tukar rupiah dan harga sejumlah komoditas jika konflik berkepanjangan.

Gubernur Ansar dan Wagub Nyanyang bersama Kapolda Kepri, saat memeriksa pasukan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seligi 2026 di Polda Kepri. Ft: diskominfo

Pemerintah Indonesia sendiri terus melakukan berbagai langkah diplomasi melalui politik luar negeri bebas aktif serta prinsip non-blok guna memitigasi dampak konflik global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.

Indonesia juga terus berperan aktif dalam berbagai upaya diplomasi internasional, termasuk mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel melalui pendekatan two state solution, serta menjalin komunikasi dengan berbagai negara guna mencari solusi atas konflik yang terjadi.

Selain itu, pemerintah juga melakukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, di antaranya memperkuat diplomasi perdagangan guna membuka peluang bagi dunia usaha serta menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

Menjelang Idulfitri, pemerintah juga memprediksi meningkatnya mobilitas masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran mudik Lebaran, Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia serta para pemangku kepentingan menggelar Operasi Ketupat 2026 secara terpusat di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam operasi tersebut disiapkan sebanyak 2.746 pos pelayanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos PAM), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama periode mudik.

Seluruh pelaksanaan operasi juga didukung dengan strategi komunikasi publik agar masyarakat dapat mengetahui berbagai layanan kepolisian, termasuk informasi terkait keamanan serta rekayasa lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Melalui operasi ini diharapkan sinergi seluruh pihak dapat terus ditingkatkan sehingga pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu mari terus kita tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas demi terwujudnya mudik aman dan keluarga bahagia,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda Kepri.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *