ANAMBAS – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Selasa (1/9/2026).
Dalam arahannya, Raja Bayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan dan mendampingi kafilah Kabupaten Kepulauan Anambas pada MTQ tingkat Provinsi Kepri.
Menurutnya, setiap pelaksanaan kegiatan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, evaluasi harus diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan agar dapat menjadi catatan penting bagi perbaikan ke depan.
Ia menegaskan, evaluasi tidak boleh hanya menjadi forum untuk membahas persoalan. Hasil rapat harus menghasilkan rekomendasi dan dokumen evaluasi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mempersiapkan pelaksanaan MTQ berikutnya.
“Yang kurang kita catat, kita evaluasi, kemudian kita jadikan rekomendasi dan dokumen evaluasi untuk perbaikan kita ke depan,” ujarnya.
Raja Bayu juga menekankan pentingnya pembinaan peserta secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan tidak dapat dilakukan secara instan menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi harus dipersiapkan sejak jauh hari dengan program yang terarah.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, kemampuan peserta diharapkan terus berkembang sehingga peluang untuk meraih prestasi pada MTQ berikutnya semakin besar.
Selain pembinaan, ia meminta seluruh pihak menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan selama pelaksanaan secara terbuka. Menurutnya, kondisi faktual di lapangan perlu disampaikan agar setiap persoalan dapat dicatat dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Raja Bayu adalah masih adanya putra-putri Anambas yang tidak bersedia mewakili daerah dalam ajang MTQ. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diketahui secara mendalam untuk menemukan akar persoalannya.
“Kenapa masih ada anak-anak kita yang tidak mau mewakili Anambas? Ini juga harus kita cari tahu apa persoalannya,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi peserta. Pemerintah bersama pihak terkait perlu mengetahui apakah terdapat kendala dalam pembinaan, fasilitas, pola pendampingan maupun faktor lainnya yang menyebabkan peserta enggan mewakili daerah.
Raja Bayu menilai seluruh persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MTQ perlu dicermati secara menyeluruh. Setiap temuan harus menjadi pembelajaran agar kelemahan yang sama tidak kembali terjadi pada pelaksanaan berikutnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah masukan dan catatan juga disampaikan oleh pihak-pihak terkait. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan untuk menyusun evaluasi secara lebih komprehensif terhadap pelaksanaan MTQ XII tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026.
Raja Bayu meminta seluruh hasil evaluasi segera ditindaklanjuti dan tidak hanya menjadi catatan. Menurutnya, perbaikan harus mulai dilakukan sejak sekarang dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Saya berharap kelemahan-kelemahan kita pada hari ini mulai kita eksekusi. Eksekusi untuk ke depannya, dengan anggaran seminim-minimnya,” tegasnya.
Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi pijakan dalam memperbaiki sistem pembinaan dan persiapan kafilah Anambas. Dengan perencanaan yang lebih matang, peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan meningkatkan prestasi daerah.
Evaluasi yang dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan diharapkan tidak hanya memperbaiki pelaksanaan MTQ, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi muda Anambas agar semakin banyak putra-putri daerah yang siap berprestasi dan membawa nama Kabupaten Kepulauan Anambas pada tingkat provinsi maupun jenjang yang lebih tinggi.
(red)






