Wartawan Senior Gindo Pakpahan Meninggal Dunia, Rekan Jurnalis Berduka

Tanjungpinang357 Dilihat

TANJUNGPINANG – Kabar duka menyelimuti kalangan wartawan di Tanjungpinang. Wartawan senior, Gindo Pakpahan, meninggal dunia pada Minggu pagi (24/5/2026) di kediamannya di Jalan MT Haryono, Batu 3, Tanjungpinang.

Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum menghembuskan napas terakhir setelah sebelumnya diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Meski demikian, dalam kesehariannya almarhum tetap terlihat sehat dan aktif beraktivitas.

Kepergian almarhum untuk selamanya mengejutkan banyak rekan seprofesi. Sosok Gindo dikenal ramah, sederhana, dan mudah bergaul dengan siapa saja.

“Iya, kabar beliau meninggal sangat mengejutkan. Baru tiga hari lalu kami masih sempat berkumpul di kedai kopi Aqhua Batu 9, berbincang dan saling tegur sapa seperti biasa,” ujar Richard Batubara atau yang akrab disapa Rch saat melayat ke rumah duka, Minggu (24/5/2026) malam.

Pantauan di rumah duka, sahabat, keluarga dekat, jemaat gereja, serta para wartawan tampak silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Rasa kehilangan begitu terasa saat para pelayat mengenang sosok Gindo Pakpahan yang dikenal baik dan bersahaja.

Sejumlah jurnalis yang hadir di rumah duka di antaranya Anton Silitonga, Tigor Rajagukguk, Baringin Situmorang, Dony Martin Sianipar, Manihur Sihombing, Gading Batubara, Rindu Sianipar, Solihin, serta rekan-rekan wartawan lainnya.

“Iya benar, kami tidak menyangka tiba-tiba mendapat kabar duka beliau meninggal dunia. Saat terakhir bertemu, beliau tidak mengeluhkan apa pun dan masih berbincang seperti biasa,” ujar Anton Silitonga yang diamini wartawan lainnya.

Menurut informasi keluarga dan rekan dekatnya, almarhum selama ini rutin menjaga kesehatan dengan berolahraga ringan dan telah lama berhenti merokok.

“Sudah beberapa tahun ini beliau tidak merokok. Kalau ngumpul bersama teman-teman wartawan di kedai kopi, paling hanya memesan teh tanpa gula,” ujar Doni Martin Sianipar.

Bagi sahabat-sahabatnya, Gindo bukan hanya seorang wartawan senior, tetapi juga pribadi yang dikenal baik, rajin menghadiri kegiatan adat Batak, serta aktif beribadah.

“Beliau sangat rajin menghadiri acara adat Batak dan rajin beribadah setiap minggunya,” ungkap Baringin Situmorang, yang juga satu gereja dengan almarhum di Gereja HKBP Resort Kampung Baru.

Sementara itu, Tigor Rajagukguk mengaku telah mengenal cukup lama sosok almarhum sejak awal bergabung di dunia media dan menjadi wartawan hingga saat ini.

“Seingat saya, kurang lebih 18 tahun beliau menekuni profesi wartawan. Kami sudah cukup lama saling mengenal dan berinteraksi dalam kegiatan jurnalistik,” ujar Tigor.

Menurutnya, selama mengenal almarhum, sosok Gindo dikenal tenang, sederhana, dan memiliki hubungan baik dengan rekan-rekan seprofesi.

“Selama saya kenal, beliau tidak pernah terdengar berselisih dengan teman-teman wartawan. Hubungan dan komunikasinya baik dengan siapa saja. Orangnya juga tidak banyak bicara, tetapi kalau berbicara selalu seperlunya,” ungkapnya.

Wartawan Gelar Acara Penghormatan Terakhir untuk Almarhum

Dalam kesempatan itu, rekan-rekan seprofesi almarhum sepakat akan menggelar acara khusus sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di rumah duka pada Selasa (26/5/2026), sebelum prosesi pemakaman berlangsung.

Rindu Sianipar mengajak seluruh wartawan di Tanjungpinang untuk hadir bersama-sama dalam kegiatan penghormatan terakhir tersebut.

“Ini sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum Gindo Pakpahan. Saya mengajak rekan-rekan wartawan untuk hadir di rumah duka,” ujar Rindu.

Ia menyebutkan, kegiatan itu direncanakan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.

“Kita berkumpul sekitar pukul 14.00 WIB di rumah duka, Jalan MT. Haryono, persis di depan kantor Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk informasi lebih lanjut, rekan-rekan dapat saling berkomunikasi dengan wartawan lainnya,” tambahnya.

Sejak kabar meninggalnya Gindo Pakpahan tersiar, grup-grup WhatsApp wartawan dan jurnalis di Tanjungpinang dibanjiri ucapan belasungkawa. Banyak rekan seprofesi yang mengaku kehilangan atas kepergian almarhum, bahkan sudah banyak yang langsung datang melayat ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.

Almarhum Gindo Pakpahan meninggal dunia di usia 57 tahun. Ia meninggalkan seorang istri serta empat orang anak, terdiri dari satu anak laki-laki dan tiga perempuan.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Selasa sore (26/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di pemakaman umum Kristen, Kilometer 16, Tanjungpinang.

Kepergian Gindo Pakpahan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan wartawan di Tanjungpinang.

Selamat jalan sobat. Semoga segala amal ibadah dan kebaikanmu diterima Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilaf dan kesalahanmu, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *