Bupati Aneng Minta Yayasan Anambas Buktikan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Laporan 32 Desa

Anambas12 Dilihat

ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, meminta Yayasan Anambas membuktikan hasil nyata dari program konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan. Ia menegaskan, keberhasilan kerja sama tidak cukup hanya disampaikan melalui laporan atau klaim jumlah desa yang telah menjadi bagian dari program, tetapi harus terlihat dari dampak langsung di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Aneng saat menghadiri penandatanganan Naskah Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Yayasan Anambas, didampingi Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., di Ruang Rapat Utama Prof. Dr. Mohamad Zen, Lantai III Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutannya, Aneng mengatakan bahwa pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan potensi ekosistem daerah. Upaya tersebut harus tetap memperhatikan keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menangkap berbagai peluang melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya melalui sinergi pembangunan berkelanjutan dalam bidang konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Yayasan Anambas.

Aneng menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap penandatanganan kesepahaman bersama dapat menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam menjalankan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Bupati Aneng menghadiri penandatanganan Naskah Kesepahaman Bersama. SK

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, kami memberikan apresiasi dan menyambut baik setelah dilakukannya penandatanganan naskah kerja sama ini,” ujar Aneng.

Setelah penandatanganan kesepahaman, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Anambas Berkelanjutan Tahun 2026. Aneng berharap dialog tersebut dapat membangun kesamaan pemahaman serta menghasilkan rekomendasi bersama berupa rencana aksi dan tindak lanjut yang konkret.

Namun, di balik apresiasi terhadap kerja sama tersebut, Aneng juga menyampaikan catatan penting kepada Yayasan Anambas. Ia meminta agar berbagai program yang telah disampaikan benar-benar diwujudkan melalui kegiatan yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.

“Saya melihat Anambas Foundation sudah 32 desa yang berjalan. Pertama, kami dari pemerintah daerah berterima kasih. Cuma saya belum lihat aksi nyatanya,” kata Aneng.

Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin mengetahui secara langsung sejauh mana program tersebut telah dilaksanakan dan apa hasil yang sudah dicapai. Menurutnya, informasi mengenai jumlah desa yang terlibat harus disertai bukti pelaksanaan serta dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, Aneng meminta Yayasan Anambas melibatkan pemerintah daerah dalam pelaksanaan kegiatan, baik dengan mengajak perangkat daerah turun langsung ke lokasi maupun mengundang perwakilan pemerintah dan instansi terkait untuk melihat hasil program.

Ia menyebutkan, keterlibatan pemerintah daerah penting agar pelaksanaan kerja sama dapat dipantau secara langsung, sekaligus memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.

Aneng juga menyampaikan bahwa kritik tersebut disampaikan secara terbuka karena pemerintah daerah menginginkan kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen maupun penyampaian laporan, melainkan menghasilkan perubahan yang dapat dibuktikan.

Lebih lanjut, ia berharap Yayasan Anambas mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Jika berhasil, pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain, bahkan negara lain, dalam mengembangkan program konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebaliknya, Aneng mengingatkan bahwa setiap informasi mengenai keberhasilan program harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Pemerintah daerah tidak ingin hanya menerima keterangan tanpa disertai bukti pelaksanaan.

Bagi Aneng, kerja sama pembangunan berkelanjutan harus diukur dari hasil, bukan sekadar narasi. Aksi nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi bukti penting keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Yayasan Anambas.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *