Penyengat – Calon Gubernur Kepri Soerya Respationo melakukan kunjungan silaturahmi selama 4 hari di Tanjungpinang, dalam rangka kampanye sebagai kontestan Pilkada Kepri 2020. Selain bertemu warga dalam sosialisasi visi-misi dan program kerja, Soerya juga menyempatkan diri ziarah ke makam leluhur melayu.
Seperti di hari kedua kunjungan di Tanjungpinang, pada Jumat (9/10) pagi, disela-sela kampanyenya, Soerya menyempatkan diri berziarah ke makam-makam leluhur dan tokoh-tokoh melayu yang ada di Kota Gurindam itu.
Sebelum ziarah, Soerya terlebih dulu melakukan shalat Duha di Masjid Sultan Riau, Penyengat. Selanjutnya, ia bersama rombongan Tim Pemenangnnya, melaksanakan ziarah ke makam-makam leluhur dengan berdoa dan menabur bunga di pusaran makam leluhur. Saat ziarah, Soerya berkeliling dengan menggunakan becak motor.
Pertama, ziarah di makam Raja Hamida atau Engku Puteri (Permaisuri Sultan Mahmudshah III), kemudian ziarah makam Raja Ali Haji (Pengarang Gurindam 12), ke makam pahlawan nasional Raja Haji Fisabilillah (Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau IV).
Dilokasi ziarah, selain berdoa, Soerya Respationo juga mengganti kain penutup nisan, dan menabur bunga, hingga mengucurkan air bunga ke pusaran makam para leluhur.
Soerya menyampaikan, tujuan dirinya melakukan ziarah ke makam leluhur Tanjungpinang, agar mendapat barkah dalam melanjutkan perjuangan dan cita-cita dari para leluhur, yang telah banyak berjasa dalam kemajuan kota Tanjungpinang.
“Kita berziarah, juga untuk mengirimkan doa, agar arwah para leluhur kita, yang telah mendahului kita, diampuni oleh Allah dan diberikan tempat yang terbaik di surga,” terang Soerya Respationo
Selain itu, kata Soerya, dengan ziarah ke makam leluhur, juga untuk mengingatkan kembali atas jasa-jasa leluhur yang sudah banyak berbuat untuk pembangunan kota Tanjungpinang.
Sebagaimana diketahui, ziarah ke makam leluhur itu merupakan tradisi yang perlu dilanjutkan sebagai bentuk cara mengenang bagi masyarakat tentang pentingnya sejarah.
“Ziarah ke makam para leluruh, Raja, dan Sultan ini, sebagai bentuk mengingatkan kita kepada sejarah dan jangan sampai kita melupakan sejarah,” kata Lis Darmansyah, sekretaris PDIP Kepri, saat mendampingi Soerya Respationo melakukan ziarah.
Sebelumnya, ditempat yang berbeda Soerya Reaptiono juga menyempatkan diri ke makam leluhur Daeng Marewah dan Daeng Celak di Hulu Riau, Tanjungpinang.
Sebagaimana diketahui, Daeng Marewah dan Daeng Celak adalah dua orang adik beradik berdarah Bugis yang pernah mengharumkan nama Kesultanan Riau – Lingga – Johor dan Pahang atas keberaniannya mengusir penjajah dari bumi Melayu ini.
Daeng Marewah yang bergelar Kelana Jaya Putera itu, pernah menjabat Yang Dipertuan Muda Riau pada tahun 1721-1728. Selanjutnya, urusan pemerintahan dilanjutkan oleh adiknya Daeng Celak Yang Dipertuan Muda Riau II pada tahun 1728 – 1745
Daeng Celak menikah dengan bangsawan Melayu, Tengku Mandak dan memiliki dua orang anak, yakni Raja Haji Fisabilillah, Pahlawan Nasional dan Raja Lumu (Sultan Salehuddin Shah), yang kemudian menjadi Sultan Selangor I (Malaysia). (***)






