ANAMBAS – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas dari Partai Demokrat, Hino Faisal Mubarak, turun langsung menjenguk para korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dirawat di RSUD Palmatak, Kamis (16/4).
Peristiwa dugaan keracunan tersebut terjadi pada Rabu (15/4) di Kecamatan Siantan Tengah. Sedikitnya lebih dari 150 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP, diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Kehadiran Hino Faisal di rumah sakit menjadi bentuk kepedulian sekaligus perhatian serius DPRD terhadap keselamatan anak-anak yang terdampak insiden tersebut.
“Terkait dugaan keracunan yang dialami anak-anak setelah mengonsumsi MBG, kami di DPRD sangat prihatin dan menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” ujar Hino saat dihubungi suluhkepri.com, Jumat (17/4/2026).
Hino menegaskan bahwa penanganan medis terhadap para korban harus menjadi prioritas utama dari seluruh fasilitas kesehatan. Ia meminta agar pelayanan diberikan secara maksimal, cepat, dan sesuai standar medis yang berlaku.
“Kami melihat penanganan medis sudah berjalan, namun kami menekankan agar seluruh fasilitas kesehatan benar-benar memberikan pelayanan maksimal, cepat, dan sesuai standar. Tidak boleh ada kelalaian sedikit pun,” tegasnya.
Ia juga meminta agar kondisi para korban terus dipantau hingga benar-benar pulih sepenuhnya. “Kami meminta agar kondisi anak-anak terus dipantau hingga benar-benar pulih,” ujarnya.
Terkait penyebab kejadian, Hino mengatakan DPRD Anambas mendukung penuh kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.
“Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ini penting agar ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Ia menambahkan DPRD juga menilai perlu adanya evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga standar operasional yang diterapkan.
Hino menyebut DPRD akan memanggil Dinas Kesehatan serta pengelola SPPG untuk dimintai penjelasan secara komprehensif terkait pelaksanaan program tersebut. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen DPRD dalam memastikan penanganan dan evaluasi berjalan menyeluruh, sebagaimana ditegaskan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rian Kurniawan.
Ke depan, DPRD berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan terhadap program MBG, khususnya terkait kualitas bahan makanan, kebersihan, hingga kelayakan dapur produksi.
“Kami mendorong adanya sistem pengawasan yang lebih ketat dan terukur agar keamanan konsumsi benar-benar terjamin,” ujarnya.
Hino juga mengimbau orang tua korban untuk tetap tenang dan fokus pada proses pemulihan anak-anak.
“Kami berharap orang tua tetap mempercayakan penanganan kepada tenaga medis dan segera melaporkan jika ada gejala lanjutan. Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Sementara kepada pengelola MBG, Hino menegaskan pentingnya disiplin dalam menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Jangan sampai ada kelalaian dalam proses penyajian makanan, karena ini menyangkut kesehatan generasi kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD Anambas saat ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan terbaru kasus tersebut.
“Kami memastikan proses penanganan, investigasi, dan evaluasi berjalan serius dan tidak setengah-setengah,” tutupnya.
Dengan perhatian khusus DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, kasus ini menjadi fokus untuk didalami secara menyeluruh, dengan harapan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan SPPG sebagai bagian dari upaya perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(red)






