Museum Bahasa Nasional di Penyengat Ditargetkan Diresmikan 2028

Kepri64 Dilihat

KEPRI – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat dapat diresmikan pada puncak peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda tahun 2028.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) direncanakan pada awal Agustus 2026, setelah proses finalisasi dan review bersama BPKP selesai dilaksanakan.

“Insyaallah minggu pertama Agustus 2026 kita mulai groundbreaking pembangunan museum dan monumen bahasa ini,” ujar Ansar di sela kegiatan Penyengat Heritage 2026, Sabtu (20/6/2026).

Proyek strategis ini akan dibangun melalui skema tahun jamak (multiyears) selama dua tahun, dengan target penyelesaian pada akhir 2027. Kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi simbol pengakuan nasional atas peran penting Pulau Penyengat dalam sejarah bahasa Indonesia.

Menurut Gubernur Ansar, Pulau Penyengat memiliki kontribusi besar melalui warisan pemikiran Raja Ali Haji, yang telah diakui secara internasional sebagai tokoh sastra dunia. Salah satu buktinya adalah keberadaan patung Raja Ali Haji di Magtymgyly Pyragy Park, Turkmenistan, bersama 24 tokoh literasi dunia lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa tokoh kita telah diakui dunia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pulau Penyengat semakin dikenal di kancah internasional, termasuk dalam promosi pariwisata di New York, Amerika Serikat, di mana destinasi ini mendapat perhatian khusus dari pelaku industri pariwisata global.

Ansar berharap pengembangan ini semakin menguatkan posisi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah, budaya, dan bahasa yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Warisan sejarah dan budaya dari Pulau Penyengat harus terus kita dorong agar semakin mendunia,” tutupnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *