Bintan – Bupati Bintan Apri Sujadi punya perhatian khusus terhadap para guru ngaji, imam mesjid, penjaga mesjid, fardu kifayah dan pengelola TPU, yang berperan besar dalam pembentukan karakter generasi muda Bintan yang berakhlak mulia. Jumlahnya sekitar 2.043 orang.
Apri Sujadi menegaskan Pemkab Bintan telah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yang berjasa dengan memberikan bantuan berupa insentif yang bersumber dari anggaran APBD Bintan.
Di tahun 2021 ini, misalnya, Pemkab Bintan telah mengalokasikan anggran miliaran rupiah yang disesuaikan dengan kenaikan insentif guru ngaji di tahun sebelumnya. “Di tahun 2020 ini, kita anggarkan insentif guru ngaji sebesar Rp 8,8 miliar,” ungkap Bupati Apri Sujadi, di Bintan, pada Sabtu (7/3/2020) lalu.
Menurut Bupati Bintan Apri Sujadi, kenaikan anggaran senilai Rp 8,8 miliar di 2020, telah disesuaikan dengan kenaikan insetif guru ngaji yang bertugas di kabupaten Bintan. Besaran angaran tersebut juga telah disepakati oleh pemerintah daerah dan DPRD Bintan.
Atas kenaikan intensif itu, Bupati Apri berharap dapat diterima dengan ucapan syukur. “Semoga (hal) ini menjadi keberkahan bagi kita semua,” ucap Apri.
Apri menyadari bahwa nilai intensif yang diterima saat ini mungkin belum memadai dan masih jauh dari yang diharapkan karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah (APBD) Bintan.
Namun, Apri berjanji selama kepemimpinannya sebagai Bupati Bintan akan terus memperjuangkan kesejahteraan para guru ngaji, juga imam mesjid, penjaga mesjid, fardu kifayah dan pengelola TPU, hingga lebih memadai lagi.
Apri juga menyakini dengan kenaikan insentif tersebut akan dapat memotivasi guru ngaji di Bintan untuk lebih giat dalam menjalankan tugasnya.
“Kita tidak bisa mengesampingkan mereka (guru ngaji) begitu saja, karena cukup berjasa dalam membentuk akhlak generasi muda di Bintan,” ujarnya.
Selain itu, menurut Apri, dalam beberapa tahun terakhir ini Pemkab Bintan terus gencar mendorong generasi muda Qurani, diantaranya melalui program Gerakan Masyarakat Bintan Maghrib Mengaji bagi pelajar jenjang TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs se-Bintan.
“Program ini sudah berjalan sejak akhir tahun 2018,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bintan Indra Gunawan mengungkapkan bahwa program-program religi seyogyanya terus digesa bagi membina akhlak. Menurutnya, pemerintah tidak akan mengesampingkan peranan orang-orang tua, khususnya para imam, guru ngaji yang sangat berjasa di masyarakat.
“Program-program islami terus kita bina dimasyarakat, program maghrib mengaji bahkan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Untuk itu, kita mengalokasikan sekitar 8.818.200.000 milyar rupiah di tahun 2020 ini . Akan ada sebanyak 1.000 guru ngaji, 373 imam mesjid, 187 penjaga mesjid, 392 muballigh, 329 fardu kifayah, 149 pengelola TPU ” tutupnya.
Sejak memimpin Bintan dari tahun 2016 lalu, Apri memang terlihat memberikan perhatian khusus dalam meningkatkan keaejahteraan para guru ngaji. Pemberian intensif guru ngaji juga dimulai sejak Apri Sujadi menjadi Bupati Bintan.
Dari data Pemkab Bintan yang diterima suluhkepri.com, intensif guru ngaji dari tahun 2016 hingga tahun 2020 menunjukkan kenaikan.
Di tahun anggaran 2016 – 2018, misalnya, guru ngaji menerima intensif sebesar Rp 200 ribu/bulan. Mulai tahun 2019 – 2020 ini terjadi kenaikan menjadi Rp 350 rb/bulannya. (Rls/Tr)












