Pemko Tanjungpinang Gelar Salat Istisqa Mohon Hujan Turun

Tanjungpinang244 Dilihat

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama unsur Forkopimda dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa berjemaah sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Minggu (29/03/2026).

Salat Istisqa diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan masyarakat yang hadir dengan penuh kekhusyukan. Kebersamaan ini mencerminkan kepedulian bersama terhadap kondisi kekeringan yang tengah dirasakan.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat, KH. Najmuddin, S.H.I., sementara tausiyah disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Dr. H. Erizal, M.H., yang mengajak jamaah untuk memperbanyak doa dan istighfar.

Wali Kota Lis Darmansyah menyampaikan bahwa Salat Istisqa merupakan wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau berkepanjangan.

“Melalui Salat Istisqa ini, kita memohon pertolongan kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan dan diberikan keberkahan. Ini bagian dari ikhtiar batin yang kita lakukan bersama,” ujar Lis.

Selain pendekatan spiritual, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga terus memperkuat langkah konkret dalam penanganan dampak kekeringan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Lis menjelaskan, saat ini Pemko Tanjungpinang telah menyiagakan armada mobil tangki air bersih untuk menjangkau wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Distribusi air dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menyebutkan, sebanyak tujuh armada mobil tangki disiapkan dengan kapasitas distribusi mencapai sekitar 27 ribu liter dalam satu kali pengiriman. Armada tersebut berasal dari BPBD Kota Tanjungpinang, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kepulauan Riau, serta BPBPK Kepri, dan masih berpotensi ditambah.

Sebagai respons cepat, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Distribusi Air Bersih guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, cepat, dan terkoordinasi dengan baik.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG Tanjungpinang, hujan diperkirakan baru akan mulai turun pada Mei 2026. Menyikapi hal tersebut, Pemko tengah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk rencana penetapan status siaga maupun tanggap darurat kekeringan, serta mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air dan menjaga lingkungan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *