TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat melalui respons cepat terhadap dua situasi darurat sekaligus, yakni evakuasi warga dari dalam sumur serta penyaluran ratusan ton air bersih bagi warga terdampak krisis pasokan air.
Aksi sigap itu terlihat saat Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang mengevakuasi seorang warga yang pingsan di dalam sumur, Senin (30/3/2026) sore. Peristiwa ini terjadi di Jalan Tugu Pahlawan No. 10, depan SMP Hang Tuah, Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat.
Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 17.07 WIB. Tanpa menunggu lama, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba hanya dalam waktu delapan menit, tepatnya pukul 17.15 WIB.
Di lokasi kejadian, korban diketahui dalam kondisi lemas akibat kekurangan oksigen saat berada di dalam sumur. Ia sebelumnya tengah bekerja bersama dua rekannya membersihkan dan menambah cincin sumur sejak pukul 15.30 WIB.
Situasi memburuk ketika korban meminta penggunaan mesin robin untuk mempercepat pengurasan air. Namun, mesin berbahan bakar tersebut justru menghasilkan gas buang yang terperangkap di dalam sumur.
Diduga kuat, penumpukan asap dari knalpot mesin menyebabkan kadar oksigen menurun drastis, membuat korban mengalami sesak napas hingga akhirnya pingsan di dalam sumur yang minim ventilasi.
Mendapat laporan tersebut, tim DPKP langsung melakukan evakuasi menggunakan teknik vertical rescue. Dengan penuh kehati-hatian, korban berhasil diangkat ke permukaan dalam kondisi lemas.
Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit umum untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Berkat kecepatan dan ketepatan penanganan, nyawa korban berhasil diselamatkan.
Kepala DPKP Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat bekerja di ruang terbatas. Ia menegaskan bahaya penggunaan mesin berbahan bakar di area tanpa ventilasi.
“Gas buang dari mesin sangat berbahaya. Tanpa sirkulasi udara yang cukup, bisa menyebabkan kekurangan oksigen hingga hilang kesadaran,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kabid Pemadam dan Penyelamatan, Derry Ambary, menekankan bahwa kecepatan respons menjadi faktor utama keberhasilan penyelamatan. Proses evakuasi sendiri dinyatakan selesai pada pukul 18.31 WIB tanpa adanya korban jiwa.
Bantu Air Bersih di Tengah Kemarau
Di sisi lain, Pemko Tanjungpinang juga tengah berpacu dengan waktu dalam mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Minggu (29/3/2026) malam, total distribusi air bersih telah mencapai sekitar 208 ton.
Penyaluran air dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dengan memanfaatkan berbagai sumber, termasuk BPBD, PDAM, serta sumber air lainnya guna memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Distribusi bahkan dilakukan hingga dini hari di sejumlah titik, seperti Masjid Al Amin Kampung Bulang, Perumahan Bumi Intan Sari, hingga kawasan Pamedan, dengan total penyaluran mencapai belasan ton dalam satu malam.
Pada siang hingga malam hari, distribusi terus berlanjut ke berbagai wilayah lain, termasuk Perumahan Perla, Jalan Ciku, hingga Komplek Bintan Center, dengan jumlah yang bervariasi mulai dari ratusan liter hingga belasan ton.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Distribusi akan terus kami lakukan secara berkelanjutan sesuai arahan Wali Kota, hingga kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” tegasnya.
Pemko Tanjungpinang memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan evaluasi distribusi agar penyaluran air bersih semakin tepat sasaran, sekaligus mengantisipasi potensi kejadian darurat lainnya di tengah masyarakat.






